Daerah

Viral Bule Perempuan Dilecehkan Pedagang, Desa Adat Kuta Geram

×

Viral Bule Perempuan Dilecehkan Pedagang, Desa Adat Kuta Geram

Sebarkan artikel ini

 

Sejumlah pedang asongan di Pantai Kuta jajakan dengannya kepada wisatawan

Badung,sekilasmedia.com-Sebuah video bule perempuan yang mengeluh telah diganggu oleh pedagang sekitar saat berjalan di Pantai Kuta, viral di media sosial. Bule yang belum diketahui identitasnya itu mengaku dirinya telah dilecehkan, itu diduga terkait pedagang yang memaksanya untuk membeli.

Perempuan berkacamata itu menyebut, Kuta adalah yang terburuk (Kuta is the worst) dan ia berjanji tak akan pernah lagi kembali ke Kuta, bahkan ke Bali, (I don’t wanna come back to Kuta, or to Bali).

Bahkan dia mengatakan, people are harassing you when you walk on the beach and it’s annoying, it’s terrible it is really terrible (orang orang melecehkanmu saat kamu berjalan di pantai dan itu mengganggu, itu buruk itu sangat buruk).

Diakhir video, bule itu mengaku sangat merasa beruntung karena ia akan pulang ke negaranya besok (I’m so glad that I am going home tomorrow). Namun hingga kini belum diketahui kapan video itu dibuat dan siapa perempuan itu, kenapa dia harus mengeluhkan Kuta.

BACA JUGA :  Bupati Sidoarjo Bersama Gubernur Jatim Tanam 1000 Mangrove Di Pulau Lusi

Terkait video viral tersebut Desa Adat Kuta selaku pengelola pantai Internasional langsung bereaksi. Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, juga mempertanyakan kebenaran isi dalam video. Ia menduga ada upaya pihak tertentu untuk menjatuhkan Kuta.

Pihaknya meragukan kebenaran video tersebut. Ia merasa tak yakin bahwa video itu diambil di Pantai Kuta. Dikarenakan video hanya memperlihatkan wajah si bule tanpa memperlihatkan suasana di sekitarnya.

“Saya ragu dengan kejujuran bule itu. Sebab, dalam videonya tanpa ada yang memperlihatkan para pedagang yang mengganggunya,” ucap Wasista, Minggu (24/4/2022).

Meski begitu, sejumlah pedagang asongan di Pantai Kuta sudah dimintai klarifikasi. Bahkan pihak Desa Adat Kuta juga tengah memburu bule yang viral di media sosial itu. Dengan melakukan koordinasi dan meminta bantuan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung untuk menelusuri bule tersebut.

“Saya sudah lapor ke Diskominfo dan orang itu masih sedang dilacak, apakah bule itu masih ada di Bali atau sudah berangkat. Kalau masih ada di Bali, saya nanti lapor ke imigrasi,” cetusnya.

BACA JUGA :  Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Purwakarta 2025 Resmi Digelar, Hadirkan Duta Budaya dan Pariwisata Berpotensi

Masih kata Wasista, pihaknya ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya termasuk bukti yang dimiliki bule tersebut, yang dalam penyampainya merasa terganggu akibat dipaksa oleh pedagang asongan di Pantai Kuta.

“Saya harus tahu ini kenyataannya di mana. Terus mana buktinya dia diganggu. Saya akan mencari itu, jangan anda membuat statement (pernyataan) yang tidak ada bukti,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Nyoman Rudiarta, dikonfirmasi membenarkan, dan telah mendapat informasi tersebut. Selain itu juga banyak keluhan pengunjung pantai terkait perihal serupa. Utamanya tentang adanya para gelandangan dan pengemis (gepeng) anak-anak yang berkedok menjadi penjual tisu, diduga sebagai dalangnya.

Keberadaan gepeng berkedok penjual tisu dan ikat rambut tersebit, memang membuat resah pengunjung di wilayah Kuta dan sekitarnya. Sebab jika wisawatan menolak membeli dagangannya, maka anak-anak itu malah akan memalak uang mereka.

“Kalau dari hasil penelusuran kami, memang ada beberapa gepeng anak-anak agak ada pemaksa-pemaksaan agar dibeli dagangannya. Jika tak beli mereka akan berulah. Kami menduga ini bilang keroknya,” terangnya. SN.