Daerah

Bangkitnya Pecinta Otomotif Ngawi, Black Hoe Racing Team Bisa Menjadi Cooling System

×

Bangkitnya Pecinta Otomotif Ngawi, Black Hoe Racing Team Bisa Menjadi Cooling System

Sebarkan artikel ini

 

Ngawi,sekilasmedia.com – Pembatasan kegiatan masyarakat selama lebih kurang dua tahun membuat pecinta olah raga otomotif mati suri, saat ini seiring kasus covid 19 semakin menurun disebabkan pemerintah sedang gencarnya vaksinasi ke masyarakat, membuat kondisi semakin membaik.

Dengan menurunnya angka kasus pandemi covid-19 di negeri tercinta ini, perkembangan ekonomi masyarakat kian meningkat. Tak hanya itu, beberapa olahraga juga sudah mulai menggeliat di kalangan masyarakat.Salah satunya olahraga yang bergerak dibidang otomotif, yang akhir-akhir ini sudah mulai nampak kembali mengaspal di jalanan. Suksesnya sirkuit Mandalika yang berada di Lombok, NTT, menggelar Grand Prix dunia, seakan kembali menghidupkan mesin – mesin otomotif yang ada di daerah-daerah.

Peran penting dari sosok pembangkit semangat penghobi motor balap, tentunya menjadi barometer bangkitnya olahraga dibawah naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI), salah satunya bagi Agus Budianto. Pria hamble asal Grudo, Ngawi, itu seakan menjadi pelecut bagi bangkitnya dunia otomotif di Jawa Timur dan Ngawi khususnya. Meski terkesan menjadi pendatang baru di dunia blantika otomotif, namun pria yang memiliki nama beken Agus Black tersebut, tidak perlu diragukan lagi loyalitasnya.

BACA JUGA :  Jalani Observasi di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Mahasiswa Yang Baru Pulang Dari China Pastikan Sehat

Agus Black, saat dihubungi melalui telephon menjelaskan bahwa kiprah awalnya dalam menekuni dunia balap motor. Dengan bahasa hamble, iya menyampaikan tujuan berdirinya “Black Hoe Racing Team” Kembali menggelorakan semangat otomotif di Kota Ramah, Ia rela menyisihkan pemikiran serta materinya dengan mendirikan team, yang pekan silam tampil perdana di perhelatan spektakuler road race di Ponorogo.

“tanpa mengurangi rasa hormat, saya hanya meneruskan tradisi dan kiprah para loyalis kawak Ngawi, untuk membakar semangat dan gairah, melalui berbagai aktifitas yang paling digemari, yaitu otomotif. Selain menumbuhkan rasa bangga dan capaian prestasi. Harapanya team ini, bisa menjadi cooling system,” Ujarnya.

Lebih lanjut, dasar atau panji yang kita usung, memakai Black Hoe atau pacul hitam, sebagai icon legend juga trigger masyarakat yang perkapitanya didominasi agraris, jadi, tak lagi tendensi ke sebuah produk dan kepentingan kelompok.Melainkan fokus ke prestasi.

BACA JUGA :  Gelar Vaksinasi Merdeka, Polres Mojokerto Bagi Sembako Dan Vitamin 

Sebagai representasi perilaku patriot dan bermartabat, untuk kembali memboomingkan icon Ngawi di blantika otomotif segmen prestasi. Dan dengan mengusung skema formasi “Oleh Ngawi, Dari Ngawi dan Untuk Ngawi. Jadi semua jajaran pit crew, rider, tuner sampai manager, berasal dari Ngawi dan sekitarnya,”tambah Agus Black

Selain itu, bapak dua anak ini juga memiliki keinginan besar untuk merubah mendset, tentang balapan yang cenderung dinilai negative.

“ Merubah mendset pelaku balapan, agar bisa simpati, berpartisipasi lantas berkontribusi, di ajang prestasi. Syukur-syukur mengadu, untuk menawarkan perhatian ke seluruh pelaku balapan, yang dinilai sebagai hobi “seribu umat”. Sekaligus menyelamatkan remaja belia, yang mudah kena dampaknya. Arah kita memang persis kesana, mengajak kopdar dan sarasehan, bersama para pelaku balapan,”terang Agus Black.(BAMS)