Daerah

Halal Bi Halal Keluarga Besar Ansor Banser Mojowarno

×

Halal Bi Halal Keluarga Besar Ansor Banser Mojowarno

Sebarkan artikel ini

 

Jombang,sekilasmedia.com – Momentum halal BI halal merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan saat hari H lebaran dan setelahnya, baik oleh masyarakat hingga kalangan birokrat. Selasa (24/5/2022) ba’da Isyak keluarga besar GP Ansor Kabupaten Jombang menggelar Halal Bihalal dan Dzikir bersama di Masjid Darussalam Ngelo Gondek.

Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalur Ansor , adalah agenda rutin dari GP Ansor di Kabupaten Jombang, sebagai sarana memupuk kebatinan atau siraman rohani bagi anggotanya.

Hadir dalam acara itu . Ketua PC GP. ANSOR Gus Zulfikar Damam Ikhwanto ( Gus Antok ), KH. M. Hatta Qodir (Mustasyar MWCNU ), K. Habib Ghofir ( Ket. Tanfidziyah MWCNU) , Bpk. Muhlas Ubaidillah ( Wakil Ketua MWCNU/Pembina Ansor Mojowarno ) K. Mahas (Ket. Ranting NU Gondek), Hisyam Fahmi ( Ket. PAC. GP. Ansor ) , Nur Mukhlis ( Komandan Banser Satkoryon Mojowarno), Gus Yazid ( ket. MDS RA Mojowarno).

BACA JUGA :  Rumah Persemayaman Yayasan Budi Luhur Diresmikan DPR RI

Gus Antok ketua cabang GP Ansor selalu mengingatkan kepada para sahabat Ansor untuk saling melengkapi dan tetap berkomitmen.

“Saya berharap para sahabat sekalian dengan suasana seperti sekarang ini tetap kondusif. Saya percaya Mojowarno, sahabat-sahabat tetap komitmen satu komando,” tegas Gus Antok.

Sementara ketua MWCNU Mojowarno Habib Ghofir menyampikan prinsip dakwah NU _*Al muhafadzotu alal qodimissolih wal akhdzu bil jadidil aslah*_ merawat nilai budaya leluhur yang tidak bertentangan dg syariat Islam dan mengambil hal hal baru yang lebih baik.

BACA JUGA :  IWL Pelopori Gerakan Tanam Seribu Pohon

“Halal bi halal adalah tradisi budaya asli bangsa Indonesia sejak Zaman Keraton Surakarta Raden Mas Said / KGPA Arya Mangku Negara I dan di lanjutkan oleh Bung Karno pada tahun 1946 dengan istilah Halal bi Halal atas saran KH. Wahab Hasbulloh ..
Di dalam nya ada nilai2 hablun minan nas (silaturrahmi antar sesama) dan juga bentuk kesyukuran pada Alloh SWT, harus terus di rawat dan dikembangkan bukan malah disesatkan dan di bid’ahkan,” pungkasnya Habib Gofur yang juga Kepala Desa Karanglo. *(Kay)