Daerah

Kendalikan Penyebaran Wabah PMK Hewan Ternak, Dinas Pertanian Bersama TNI Polri Gelar Operasi Yustisi

×

Kendalikan Penyebaran Wabah PMK Hewan Ternak, Dinas Pertanian Bersama TNI Polri Gelar Operasi Yustisi

Sebarkan artikel ini
Petugas Paramedik saat memeriksa hewan ternak sapi, dijalan raya PPST Trowulan, Kamis (19/5/2022)

 

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Guna mengendalikan penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK ) yang terjadi pada hewan ternak, Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto menggelar operasi yustisi bersama TNI dan Polri dengan melakukan penyekatan diperbatasan Jombang – Mojokerto tepatnya dijalan Raya Trowulan depan PPST , Kamis ( 19/5/2022) malam.

Dalam kesempatan ini tampak hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, Kabid kesehatan hewan Drh. Agus Harjito, bersama puluhan Paramedik kesehatan hewan, Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi bersama puluhan anggota baik dari Polres Mojokerto maupun Polsek jajaran, serta puluhan anggota dari unsur TNI.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah mengatakan, kegiatan penyekatan ini adalah untuk pengendalian penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK ) yang terjadi pada hewan ternak, sesuai dengan surat edaran Menteri Pertanian No. 02/SE/PK.300/M/V/2022, tentang penataan lalu lintas hewan ternak, didaerah wabah PMK.

BACA JUGA :  Pemkot Mojokerto Butuh Rp 107,4 miliar, Tanggulangi Bencana

Dijelaskan Nurul, dari populasi hewan sapi yang jumlahnya 50.913, yang mengalami sakit PMK sejumlah 1291 dan yang sudah disembuhkan ada 474 ekor, sedangkan yang harus potong paksa ada 12 ekor.

” Wabah PMK di kabupaten Mojokerto banyak terjadi pada hewan ternak sapi, awalnya hanya terjadi di 4 kecamatan saja, namun saat ini 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto juga terjadi kasus penyakit PMK, sehingga kegiatan penyekatan ini harus dilakukan,” jelasnya.

Masih kata Nurul, dua bulan lagi memasuki idul adha, penyebaran PMK di kabupaten Mojokerto harus semakin menurun, hewan ternak yang terjangkit harus diam ditempat dan dilarang untuk berpindah tempat agar tidak menular pada yang sehat,” terang Nurul.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Lumajang Menyambut Korban Kerusuhan (Wamena)

Sementara Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi mengatakan, operasi kali ini ada 10 kendaraan yang dihentikan, namun hanya ada satu kendaraan yang bermuatan hewan ternak sapi.

Petugas Paramedik dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto langsung melakukan tindakan pemeriksaan, alhasil dua sapi yang diperiksa tersebut dinyatakan sehat.

Dari keterangan sopir, sapi tersebut diambil dari wilayah Pakis Trowulan dan bakal dijual ke Wilayah desa Kintelan Puri Mojokerto, mengingat dari hasil pemeriksaan Paramedik dinyatakan sehat maka mobil bermuatan sapi diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan,” ungkap Kompol Imam.

Ditanya sampai kapan kegiatan penyekatan ini dilakukan, Imam menegaskan kegiatan ini dilakukan hingga wabah PMK tidak ada lagi,” pungkasnya.( Wo/Adv)