TENTARAKU

Peringati HJL, Pemkab Lamongan Gelar Khotmil Quran Secara Daring dan Luring 

×

Peringati HJL, Pemkab Lamongan Gelar Khotmil Quran Secara Daring dan Luring 

Sebarkan artikel ini

 

Lamongan ,sekilasmedia.com – Peringatan Hari Jadi Lamongan ke 453  memperingati dilantikmya Ronggohadi Tumenggung Surojoyo oleh Sunan Giri Kedua  tinggal hitungan hari. Mengawali perhelatan akbar tersebut digelar khotmil Quran, Senin (23/5/2022) di Pendopo Lokatantra.

Khotmil Quran yang dilaksanakan secara luring dan daring dalam streaming Youtube dihadiri  dan dikuti oleh jajaran Forpimda Kabupaten Lamongan. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dalam sambutannya saat membuka acara tersebut mengatakan, peringatan hari jadi Lamongan dilaksanakan untuk memupuk spirit dalam melaksanakan pembangunan Lamongan.

BACA JUGA :  Komsos Menjadi Sarana Babinsa Untuk Selalu Dekat Dengan Warga Binaan

Menurut Pak Yes, spirit pembangunan tersebut sebagaimana tema yang diambil dalam peringatan HJL tahun ini yakni kolaborasi untuk pembangunan yang insklusif.

“Melalui tema kolaborasi untuk pembangunan yang inklusif, kita dapat menyamakan gagasan untuk mempertemukan kekuatan serta menghargai perbedaan dan menyatukan elemen masyarakat. Dengan hal itu kita dapat melangkah membangun Lamongan,” ungkap Pak Yes.

Lebih lanjut Bupati Lamongan menuturkan, HJL merupakan peringatan dilantiknya Ronggohadi Tumenggung Surajaya oleh Sunan Giri Kedua. Namun demikian makna HJL  bukan hanya sebagai peringatan, namun juga yang terpenting adalah spirit untuk membangun Lamongan menjadi lebih baik lagi.

BACA JUGA :  Babinsa Pesantren Dukung Program Pemerintah, Pendampingan Pembangian Bantuan Beras

“Mendekati Hari Jadi Lamongan yang akan kita peringati, mari kita mulai dengan khotmil Quran. Dengan khotmil Quran kita harapkan cahaya Quran dapat memberikan cahaya untuk menuntun kita dalam melakukan pembangunan di Lamongan,” ujar Pak Yes.

Khotmil Qur’an diikuti oleh seluruh OPD Kabupaten Lamongan secara daring. Rangkaian kegiatan berupa sambung ayat ini juga melibatkan  lembaga organisasi masyarakat Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). (rud)