Daerah

Bupati Gresik Minta Apindo Gresik Buat Strategi dan Terobosan Baru Serap Calon Tenaga Kerja Lokal

×

Bupati Gresik Minta Apindo Gresik Buat Strategi dan Terobosan Baru Serap Calon Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
Bupati Yani saat menjadi narasumber seminar nasional yang diadakan Apindo Gresik

Gresik, Sekilasmedia.com – Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, meminta kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Gresik untuk membuat strategi dan terobosan baru, agar dapat menyerap lebih banyak calon tenaga kerja lokal.

Ia melihat, masalah ketenagakerjaan di Kabupaten Gresik cukup kontradiktif. Pasalnya, kesempatan kerja terbuka, namun angka pengangguran tetap tinggi, akibat para pekerja lokal kurang terserap.

Tercatat, melalui data BPS hingga tahun 2020 angka Pengangguran Terbuka di Kabupaten Gresik mencapai 50.167 orang. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 36.390 orang.

BACA JUGA :  Haji Usman Kembali Dipercaya Warga Desa Sukoanyar Untuk Menjadi Kepala Desa Terpilih Periode 2023 - 2029

“Penanganan untuk tenaga kerja baru belum optimal. Agar tenaga kerja lokal bisa terserap, strateginya tidak harus (kerja) di pabrik. Mungkin ini juga harus buat terobosan yang lebih bervariasi. Seperti pelatihan enterpreneur, catering dan lainnya,” kata Bupati Gresik saat menjadi narasumber dalam kegiatan seminar nasional yang diadakan oleh Apindo Kabupaten Gresik, Selasa (14/06/2022)

Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik mengatakan, dibutuhkan kerjasama dalam membuat strategi untuk menangani permasalahan pengangguran.

“Kerjasama dengan UMKM, BUMDes, agar cerita sulitnya bekerja di wilayah sendiri tidak berulang. Kita cari terobosan baru,” cetusnya.

Gus Yani juga mengatakan bahwa peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah upaya dan solusi dalam pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan. Dirinya juga mengungkapkan, pembangunan berbasis sumber manusia dapat dilakukan melalui beberapa langkah.

BACA JUGA :  18 PAC Deklarasi Dukung Zahlul Yussar Jadi Ketua DPC Sidoarjo

“Diantaranya adalah pembenahan kualitas insfrastruktur pendidikan, memperbanyak pendidikan berbasis vokasi, membuka luas kesempatan magang serta memperbanyak kegiatan sertifikasi,” paparnya.

Pengembangan sumber daya tenaga lokal dilakukan dengan membangun sekolah vokasi seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang industri yang lokasinya berada di dalam kawasan industri.

Gus Yani berharap perusahaan yang ada di kawasan industri agar dapat menyerap tenaga kerja lokal Kabupaten Gresik sebanyak-banyaknya. Perusahaan juga menyampaikan lowongan kerja yang tersedia kepada Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Gresik. Ini juga merupakan langkah strategis untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Gresik. (rud)