TENTARAKU

Gagasan Kapolres Probolinggo, Raih Rekor Muri Dunia Fistival makan Nasi Rawon Sebanyak 5235.

×

Gagasan Kapolres Probolinggo, Raih Rekor Muri Dunia Fistival makan Nasi Rawon Sebanyak 5235.

Sebarkan artikel ini

 

Probolinggo,sekilasmedia.com-Festival kuliner Rawon atau makan rawon gratis yang di gagas oleh Polres Probolinggo, raih rekor muri dunia.

Festival makan rawon dengan menyiapkan 5.326 porsi itu, dilakukan di alun-alun Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Rabu 6 Juli 2022. Kuliner rawon itu disiapkan, dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-76 dengan menggandeng para pelaku kuliner atau UMKM di Kabupaten Probolinggo.

Festival rawon gratis ini dilakukan ditengah merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Probolinggo. Penghargaan rekor muri ini diberikan langsung oleh Repsentatip Muri Indonesia, Sri Widayati di alun-alun Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 03/Tembelang Bersama Kades Komsos dengan Petani

Sri Widayati mengatakan, Festival makan rawon gratis yang digelar Prolres Probolinggo, masuk dalam rekor muri Indonesia bahkan dunia.

“Kami dari musiam rekor muri dunia Indonesia pada hari ini datang ke Kabupaten Probolinggo, untuk mencatat prestasi yang spektakuler yaitu sajian rawon terbanyak 5.236 porsi yang disediakan Polres Probolinggo,” katanya.

Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Kadhafi mengatakan, kalau digelarnya festival rawon gratis ini, untuk memberikan edukasi pasa warga ditengah wabah PMK. “Jadi ini untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk mengkonsumsi daging sapi lagi ditengah wabah PMK ini,” jelasnya.

Menurutnya, daging sapi meskipun saat ini diterjang Wabah PMK, tapi kenyataannya kata Kapolres Probolinggo masih aman untuk dikonsumsi.
” Karena daging sapi di masa PMK masih aman untuk dikonsumsi ya,” paparnya.

BACA JUGA :  Sambil Komsos Babinsa Koramil 0814-12/Kesamben Timba Ilmu Dari Mekanik Bengkel

Arsya mengatakan, Festival Kuliner Rawon ini, merupakan sosialisasi terhadap masyarakat agar tidak menghawatirkan keamanan daging sapi di masa PMK.

“Tujuan utamanya memang untuk mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi daging sapi,” ungkap dia. Dengan festival rawon ini tegas AKBP Teuku Arsya Kadhafi, meyakinkan masyakarat kalau daging sapi aman.

“Dengan adanya Festival ini saya kira bisa meyakinkan masyarakat bahwa daging sapi masih aman dikonsumsi. Kemudian kami menyadari bahwa, potensi kuliner di Probolinggo sangat baik,” pungkasnya
Pewarta .fahrulmozza