
Lumajang,sekilasmedia.com– Petugas Puskesmas Senduro memeriksa kesehatan 258 ekor ternak sapi milik warga Desa Selokgondang Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang. Kegiatan dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan situasi dan perkembangan yang ada.
“Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan sebelumnya. Dan hari ini ada sekitar 10 ekor sapi yang berhasil diperiksa di Dusun Pohgunung,” kata Babinsa Selokgondang Koramil 0821/02 Sukodono Serka Imam Khudori saat mengawal kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan ternak di Dusun Pohgunung di desa setempat, Senin (11/7/2022).
Imam juga mengatakan, bahwa pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui perkembangan terkini, mengenai kondisi kesehatan hewan ternak milik warga.
Lanjut dia, selain memeriksa kesehatan hewan ternak, para pemilik hewan ternak juga diberikan sosialisasi untuk mengantisipasi penularan PMK.
“Secara bertahap dan berkesinambungan, kegiatan ini kami lakukan bersama petugas dari dinas terkait, sehingga dapat menekan angka penyebaran PMK,” ujar dia.
Imam menambahkan, bahwa sebelumnya ada sejumlah sapi yang terindikasi PMK, namun saat ini sudah berangsur baik.
Metasatu
Metasatu » Berita »258 Ternak Sapi di Lumajang Dapat Pemeriksaan Rutin
DAERAH
258 Ternak Sapi di Lumajang Dapat Pemeriksaan Rutin
Penulis: Komariah | Editor: Komariah
12 Juli 2022olehKomariah Azzam
Babinsa Selokgondang bersama petugas dari Dinkes saat memeriksa ternak milik warga. Foto : Humas
LUMAJANG, Metasatu.com — Petugas Puskesmas Senduro memeriksa kesehatan 258 ekor ternak sapi milik warga Desa Selokgondang Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang. Kegiatan dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan situasi dan perkembangan yang ada.
“Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan sebelumnya. Dan hari ini ada sekitar 10 ekor sapi yang berhasil diperiksa di Dusun Pohgunung,” kata Babinsa Selokgondang Koramil 0821/02 Sukodono Serka Imam Khudori saat mengawal kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan ternak di Dusun Pohgunung di desa setempat, Senin (11/7/2022).
Imam juga mengatakan, bahwa pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui perkembangan terkini, mengenai kondisi kesehatan hewan ternak milik warga.
Lanjut dia, selain memeriksa kesehatan hewan ternak, para pemilik hewan ternak juga diberikan sosialisasi untuk mengantisipasi penularan PMK.
“Secara bertahap dan berkesinambungan, kegiatan ini kami lakukan bersama petugas dari dinas terkait, sehingga dapat menekan angka penyebaran PMK,” ujar dia.
Imam menambahkan, bahwa sebelumnya ada sejumlah sapi yang terindikasi PMK, namun saat ini sudah berangsur baik.
“Ia berterima kasih atas keterlibatan masyarakat yang cukup dirasa membantu dalam ketertiban proses penanganan, sehingga dampak – dampak atau kemungkinan – kemungkinan yang lain, bisa dicegah,” imbuhhya.
Dalam kesempatan itu, Babinsa juga menungkapkan, bahwa sebagai aparatur kewilayahan, dirinya juga membuka ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan hal – hal yang perlu ditindaklanjuti dengan cepat.
“Ini sifatnya kami mendampingi, tidak merubah fungsi petugas yang sudah sesuai tugas pokok dan fungsinya. Mendasari itu semua, kami sebagai pembina desa, membuka ruang interaksi dengan masyarakat, kapanpun diperlukan hubungi agar secepatnya bisa kami tindaklanjuti,” tukasnya. (Maria)
—
Kirim dari Fast Notepad





