TENTARAKU

Babinsa 0814-10/Mojoagung Dampingi Lomba Ninja Dam Warrior 

×

Babinsa 0814-10/Mojoagung Dampingi Lomba Ninja Dam Warrior 

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com-Babinsa Kademangan Kopda Subangkit HT Koramil 0814-10/Mojoagung dampingi pelaksanaan Lomba dalam memperingati HUT RI Ke-77 ala gameshow Ninja Warrior asal Jepang, Minggu (21/08/2022).

 

Lomba yang unik ini digelar oleh warga RT/02 RW/06 Dusun Pekunden, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Ninja Dam Warrior namanya. Sesuai sebutannya, perlombaan ini digelar di pintu air atau dam Sungai Catak Banteng yang mengalir di kampung tersebut. Diangkat konsepnya seperti Gameshwo asal jepang Ninja Warrior.

 

“Awalnya kami musyawarah dengan warga untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77. Bagaimana kalau mencontoh perlombaan Ninja Warrior seperti di Jepang, akhirnya warga setuju,” kata Panitia Lomba Dam Ninja Warrior Bapak Nasrulloh.

BACA JUGA :  TNI dan Warga Semangat Dalam TMMD Sendang Kulon

 

Lomba Ninja Dam Warrior ke 2 diikuti 60 peserta, yang pertama dilaksanakan pada tanggal 08/08/2022. karena warga sangat antosias, maka pelaksaan lomba Ninja Dam Warror kami laksanakan lagi mumpung masih bulan agustus untuk merayakan HUT ke-77 kan gak masalah, ujar bapak Nasrulloh.

 

Lomba Ninja Dam Warilrior tentunya masih sama dengan yang pertama setiap peserta harus mampu melewati 8 rintangan yang disiapkan panitia di atas Sungai Catak Banteng menuju garis finish di atas pintu air. Panitia memberikan uang tunai Rp 100 ribu dan beras 5kg kepada setiap peserta yang berhasil sampai garis finish.

BACA JUGA :  Antisipasi Antrian , Satgas TMMD Kodim Tapsel Gia Koordinasi Persiapan Serbuan Vaksinasi Astrazeneca dengan Kapuskesmas

 

Setiap peserta wajib melewati rintangan untuk bisa mencapai titik finish. Pertama bergelantungan ditali seanjang 10 meter, rintangan kedua melewati jembatan pelepah pisang, ketiga bergelantungan di bambu dengan ban bekas, keempat melewati jembatan dengan bantuan tali, kelima melewati sungai dengan bergelantungan dengan bambu, keenam menyebrang dengan cara merangkul pelepah pisang, ketujuh melompat dengan tali dan terakhir memanjat Dam setinggi tujuh meter dengan tali.

 

Kopda Subangkit mengatakan, “Meski berat dan hadiahnya tidak seberapa, keseruan dan antosias warga yang ikut menjajal tantangan tersebut tentunya tidak mudah. karena membutuhkan konsentrasi, ketangkasan, keseimbangan juga harus pandai mengatur nafas dan kekuatan tantangan ini agar samai ke finnis,” Uacapnya.