Peristiwa

Warga Kesemen Ngoro dihebohkan Dengan Seorang Pelajar Gantung Diri

×

Warga Kesemen Ngoro dihebohkan Dengan Seorang Pelajar Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Foto: petugas Polsek Ngoro saat melakukan olah TKP aksi bunuh diri.
Foto: petugas Polsek Ngoro saat melakukan olah TKP aksi bunuh diri.

Mojokerto, sekilasmedia.com- Warga Desa Kesemen Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto digemparkan dengan seorang pemuda mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dengan menggunakan tampar plastik.

Korban diketahui berinisial DF salah satu pelajar kelas Tiga di salah satu SMA di Kecamatan Ngoro Mojokerto.

Menurut keterangan saksi mata, Umi (41) yang juga Ibu kandung korban, Minggu (30/10) mengatakan bahwa pada saat dirinya pulang dari mengikuti pengajian rutin dan saat masuk kedalam rumahnya melihat korban yang sudah dalam keadaan gantung diri.

“Pada saat itu posisi korban sudah bergantung berada di dapur dengan menggunakan seutas tali tambang yang dikaitkan di kayu kuda-kuda atap rumah” ungkapnya.

BACA JUGA :  Sosok Mayat tergeletak di kebun tebu bikin geger masyarakat ganjaran gondanglegi malang

Menurut keterangan dari orang tua maupun tetangga untuk korban akhir-akhir ini jarang bergaul dengan temannya dan selalu menyendiri.

Mengetahui kejadian tersebut kemudian saksi berusaha mengangkat korban dan berteriak minta tolong selanjutnya datang tetangga saksi dan berusaha menolong dengan membuka tali tambang yang digunakan untuk gantung diri. Setelah korban diturunkan diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara Kapolsek Ngoro, Kompol Subiyanto, SH mengatakan bahwa setelah menerima laporan kejadian tersebut selanjutnya Anggota Reskrim Polsek Ngoro bersama Petugas Identifikasi Sat Reskrim Polres Mojokerto melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

BACA JUGA :  Karyawan Depot Hongkong Tewas, Nekat Loncat Dari Lantai 4

“Selanjutnya jenazah korban dilakukan pemeriksaan oleh bidan desa dan dipastikan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia” terang Kapolsek Ngoro.

Lebih lanjut menurut Kapolsek Ngoro bahwa kondisi korban tidak ditemukan luka tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban hanya luka bekas jeratan tali tambang pada leher korban.

“Keluarga korban tidak menghendaki dilakukan visum atau autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dengan dibuatkan surat penyataan dari keluarga dan tidak menuntut secara hukum” pungkasnya. (ILA)