TENTARAKU

Babinsa Bersama Warga Desa Made Kuras Sendang, Dalam Rangka Ritual ‘Sesuci Nagari Nguras Sendang’

×

Babinsa Bersama Warga Desa Made Kuras Sendang, Dalam Rangka Ritual ‘Sesuci Nagari Nguras Sendang’

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com Warga Desa Made bersama Serka Tarmaji Babinsa Desa Made Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Rabu(30/11/2022) pagi, berduyun-duyun menuju sebuah sendang yang ada di Desa Made.

Ada yang membawa timba, ada pula yang membawa cangkul dan sapu. Bukan tanpa sebab, warga ini melakukan aktivitas rutin setiap tahun. Yakni membersihkan lokasi petirtaan yang dibernama Sendang Made.

Warga yang sebagian besar terdiri dari kaum laki-laki ini tampak guyup rukun. Sesekali mereka bercanda dan saling bergurau mengolok sambil tetap bekerja memguras sendang tersebut.

Satu demi satu, timba berisi lumpur dan sampah diangkat dari dasar sendang. Kotoran itu kemudian dibuang ke sebuah parit tak jauh dari lokasi sendang. Selama lebih dari dua jam, warga berjibaku dengan air dan lumpur demi membersihkan sendang, tak mau kalah Serka Tarmaji Babinsa juga turun langsung kedalam sendang bersama-sama bekerja dengan Warga.

BACA JUGA :  Menatah, Bagi Anggota TNI Tidaklah Sulit

Menurut Kepala Desa Made ibu Winarsih, ritual membersihkan sendang ini adalah tradisi yang digelar setiap tahun untuk menjaga kebersihan sendang serta meneruskan Tradisi yang sudah berlangsung dari nenek moyang kita dahulu.

“Ini sudah tradisi kami setiap tahun, sejak zaman mbah saya biasanya memang setiap mau masuk musim hujan seperti ini. Jadi kotoran dan lumpurnya kami angkat dari sendang,” ujar Kepala desa Made, saat membersihkan bersama Babinsa bersama masyarakatnya.

Menariknya, saat sendang dikuras, ada hanyak ikan yang nampak di dasar sendang. Hanya saja, ikan-ikan itu sengaja dibiarkan dan tidak diambil ke daratan. Mereka lebih memilih mengembalikan ikan air tawar itu tetap hidup di dalam sendang demi menjaga kelestarian dan kealamian sendang.

“Sudah dari zaman saya kecil ya seperti ini, ikannya tidak kami konsumsi, tapi kami kembalikan ke sendang,” tandasnya.

Tradisi yang dinamakan “Sesuci Nagari Nguras Sendang” juga diwarnai dengan sejumlah ritual kirap budaya. Sesembahan air sendang dan pecah pamor ini berlangsung cukup sakral.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0814/06 Ploso Memberikan Pertolongan Pertama Pada Warga Yang Mengalami Kecelakaan

Menurut informasi dari salah satu warga, Sendang Made ini merupakan peninggalan Raja Airlangga. Dahulu, Sendang Made ini merupakan tempat untuk ritual dan berdoa kerajaan.

Menurut Babinsa Made Serka Tarmaji, Ada tujuh mata air yang diyakini memiliki arti dan petuah tersendiri. Diantaranya, sendang Pomben yang dipergubakan untuk kebutuhan minum, sendang Gede untuk mandi masyarakat umum. Lantas, sendang Pengilon untuk bercermin. Sendang Drajat yang jika mandi atau minum air dari sana, maka derajat seseorang itu akan naik.

“Tapi yang ingin ke sendang Drajat harus pamit dulu kepada juru kunci,” timpal warga lainnya.

Selain itu juga ada sendang Kamulyan, untuk memperoleh kemuliaan hidup, sendang Condong untuk untuk memasak, serta sendang Sumberpayung untuk kebutuhan gurah, menjaga kualitas suara sinden atau penyanyi,” pungkas Babinsa.