Daerah

Gus Yani Jawab PU Fraksi DPRD Gresik Terkait Ranperda Prakarsa Pemkab Gresik

×

Gus Yani Jawab PU Fraksi DPRD Gresik Terkait Ranperda Prakarsa Pemkab Gresik

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmedia.com – Rapat paripurna jawaban Bupati terhadap pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi DPRD atas Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2021 tentang perubahan modal dasar dan penambahan penyertaan modal daerah pada perusahaan umum daerah (Perumda) Giri Tirta digelar di ruang rapat paripurna DPRD Gresik pada Senin (7/11/2022), yang dipimpin oleh Wakil Pimpinan DPRD Gresik Nur Saidah dan dihadiri seluruh anggota DPRD Gresik.

Pada rapat paripurna ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau akrab disapa Gus Yani dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat paripurna DPRD Kabupaten Gresik pada tanggal 2 November 2022 telah disampaikan pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi terkait ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2021.

Diketahui Ranperda ini merupakan prakarsa Pemerintah Kabupaten Gresik.

” Ranperda tersebut, mengakomodir penyertaan modal dengan bersyarat dari pemerintah daerah Kabupaten Gresik selaku pemilik kepada Perumda Giri Tirta melalui APBD Gresik tahun 2023 sebesar Rp. 113 miliar,” jelasnya.

Dan Pemerintah Kabupaten Gresik setuju dengan masukan dari DPRD Gresik bahwa dalam setiap penyertaan modal pada Perumda Giri Tirta Wajib dilampiri Business Plan.

BACA JUGA :  Polres Lamongan Gelar Apel Pengamanan Malam Tahun Baru 2024

” Mengingat dalam Business Plan menjelaskan tentang detail rencana dan profitabilitas atas penyertaan modal yang dikucurkan sehingga bisa dipastikan kenaikan nilai investasi sekaligus likuiditas perusahaan. Dan Perumda Giri Tirta telah menyusun rencana bisnis dan rencana kerja dan anggaran sesuai dengan perencanaan penyertaan modal,” ungkapnya.

Maka dengan penambahan penyertaan modal ini, Gus Yani mengharapkan akan dapat mempercepat penyambungan pelanggan baru, mengurangi tingkat kebocoran dan meningkatkan kualitas air sehingga mengurangi keluhan pelanggan.

Bupati Gresik juga menekankan bahwa dalam pengunaan anggaran penyertaan modal ini, perlu adanya pengawasan berjenjang mulai dewan pengawas Perumda Giri Tirta sendiri, Pemerintah Daerah yang telah membentuk Tim Pembina BUMD dimana tugasnya melakukan monitoring dan evaluasi. Selanjutnya diharapkan DPRD juga membantu proses monitoring dan evaluasi atas kinerja Perumda Giri Tirta.

Senada, Direktur Utama Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi mengatakan sumber dana penyertaan modal berasal dari APBD Kabupaten Gresik dan APBN gunanya untuk perbaikan infrastruktur. Dan Kami telah membuat Business Plan untuk penyertaan modal tersebut.

BACA JUGA :  KORMI Palembang Kembali Gaungkan FORNAS, Performa IODI Pukau Masyarakat

” Adapun penyertaan modal dari APBD Gresik tahun 2023 sebesar Rp. 113 miliar diantaranya digunakan untuk revitaliasi jaringan perpipaan di wilayah Perkotaan, pembangunan reservoir, pengembangan jaringan di wilayah Gresik Selatan dan penambahan sambungan rumah. Sedangkan dari APBN 2023 rencananya Rp. 85 miliar untuk pengembangan jaringan dan penambahan sambungan rumah,” ungkapnya.

Khusus untuk revitaliasi dan pengembangan jaringan diharapkan dapat menyerap limpahan air dari SPAM Umbulan maupun BGS. Seperti halnya jaringan SPAM Umbulan, kedepan direncanakan bisa menyerap 1000 liter/detik, dari kondisi saat ini yang hanya mampu menampung 480 liter/detik.

Disamping itu, tidak menutup kemungkinan kedepan ada penyambungan pelanggan baru, sekitar 14.000 sambungan rumah dan potensi penambahan pelanggan industri dengan kapasitas 80 liter/detik.

” Untuk pelanggan Industri, Kami sudah berupaya keras dan baru mendapat 330 pelanggan industri baru dari target 500 pelanggan industri pada tahun ini. Harapan kami, bisa mencapai target 20 persen pelanggan industri dari sebelumnya 15 persen. Kalau itu tercapai, kita sudah tenang dan bisa melakukan subsidi silang,” tutur Kurnia. (rud)