
Blitar, Sekilasmedia.com
Pada Oktober 2022 air setinggi 150 cm menggenangi areal persawahan Desa Sumberjo Kecamatan Sutojayan, dan ada 14 rumah yang terdampak banjir, ini akibat dari air kiriman dari wilayah pegunungan sekitar sutojayan dan panggungrejo, dan mengakibatkan sungai amblas.
Untuk mengantisipasi limpasan air laut yang masuk, TNI-Polri dan pemerintah desa yang dibantu oleh masyarakat membuat tanggul sementara dengan karung berisi pasir, namun hal tersebut masih belum menjadikan solusi terbaik. Dan akhir tahun ini diperkirakan intensitas hujan masih tinggi, sehingga rawan terjadi banjir susulan.
Menurut keterangan Harianto sebagai Kamituwo Desa Sumberjo, air mulai naik sejak pagi dinihari, karena sungai tidak mampu menampung aliran air, dan di beberapa titik lokasi tanggulnya amblas. “Untuk mengantisipasi banjir susulan yang bisa mengakibatkan gagal panen serta masuk ke pemukiman warga, akan kita bangun tanggul sementara dari bambu dan pasir yang dimasukkan dalam karung plastik,“ kata Harianto.
Salah satu yang terdampak adalah wilayah pemukiman RT.001 RW.002 Desa Sumberjo, untuk itu Pemerintah Desa Sumberjo membangunan tanggul penahan banjir sementara di RT.001 RW.002, yang diambilkan dari bersumber dana Dana Desa pada anggaran perubahan Tahun 2022, sepanjang 130 meter dengan tinggi 1,5 meter, dengan program PKTD (Padat Karya Tunai Desa).
Semoga dengan dibangunnya tanggul sementara ini, areal persawahan dan pemukiman Desa Sumberjo akan aman. ddg






