
Jombang,Sekilasmedia.com- Danramil 0814-17/ Wonosalam ( Kapten Inf Sujiono, S.E) Hadiri Undangan Pemuda Pancasila Dan Membekali Wasbang di lapangan Kecamatan Wonosalam dalam acara temu kangen dan pembinaan Komando Inti Pemuda Pancasila Kab. Jombang. ( Minggu 5/2/2023)
Anggota Pemuda Pancasila (PP) merupakan
organisasi kemasyarakatan yang memiliki tujuan untuk menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan pakaian atau seragamnya yang khas kerap dijumpai di tengah masyarakat pada momen-momen tertentu. Warna seragam Pemuda Pancasila dengan corak loreng khas mirip tentara dengan warna dasar oranye.
Tujuan organisasi Pemuda Pancasila ini adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta membantu meringankan beban masyarakat apabila terjadi kesusahan dalam masyarakat, seperti bencana alam dan Adapun slogan Pemuda Pancasila adalah: Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang, Ungkap H. Syarif Hidayatullah (Ketua MPC PP Kab. Jombang).
selanjutnya Pemuda Pancasila memiliki ikrar yakni: Bertanah Air satu, Tanah Air Indonesia. Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia. Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia Berideologi satu, Ideologi Pancasila.
Kapten Inf Sujiono, S.E menyampaikan bahwa beliau bangga atas semangat dan tujuan atas organisasi Pemuda Pancasila, guna
mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, karena untuk mewujudkan tujuan tersebut harus dilaksanakan secara bersama antara pemerintah, apkam, serta seluruh masyarakat di NKRI ini, yang salah satunya adalah Pemuda Pancasila. Kami berharap Pemuda Pancasila dapat bergerak di sektor kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat menyentuh kepentingan masyarakat secara langsung. Pemuda saat ini tidak membutuhkan pengertian tentang Pancasila tapi implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat diperlukan sebab Pancasila tidak diterima begitu saja dari para pendiri bangsa, tapi perlu diperjuangkan. Generasi muda saat ini memiliki tantangan yang berbeda dengan generasi masa lampau. “Kita perlu mencermati perbedaan itu dan bagaimana menanganinya. Kalau dulu dikatakan hapalan, bacaan, sekarang ini dituntut ada implementasi dan praktik, akan tetapi praktik itu harus diperkaya dengan pengetahuan dan membaca literatur yang sudah ada.
Harapan kami generasi depan itu sebagai generasi yang mempunyai entitas moral dan etika, entitas intelektual,“ Selalu ingin mencari yg terbaik untuk bangsa dan negara.





