
Jombang,sekilasmedia.com-Sering kali keinginan anak dan orang tua tidak sejalan. Untuk meluruskan hal tersebut MI Sulaimaniyah Mojoagung Kabupaten jombang mengadakan acara Workshop Super Parenting dalam rangka memperingati milad MI Sulaimaniyah ke-94, bertempat di aula PCNU Jombang / Jln raya Gambiran No 57 Gambiran Mojoagung Jombang, Sabtu (25/02/2023).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Hj Mundjidah Wahab (Bupati Jombang), Hj Nur Zakiyah M.Pd.I (Kepsek MI Sulaimaniyah), Iptu Setyo (Perwakilan Kapolsek Mojoagung), Serma Yudi I (Batih Bhakti TNI Koramil Mojoagung) mewakili Pjs Danramil, Babinsa/Bhabinkamtibmas dan diikuti oleh seluruh siswa siswi MI Sulaimaniyah dan orangtuanya, Dalam kesempatan ini mendatangkan narasumber yaitu Grand Master Trainer Internasiomal Dr. Nafik Palil, M.Pd.
Adapun tujuan dari program parenting ini adalah membantu orang tua dan anak dalam menjalin komunikasi yang baik. Lebih lanjut, dalam sosialisasi tersebut antara anak dan orang tua bicara dari hati ke hati. Apa keinginan anak harus didengarkan. Kemudian diselaraskan dengan harapan orang tua.
Sebab di balik anak yang hebat terdapat orang tua yang terlibat. Artinya, orang tua mengerti apa keinginan dan potensi yang ada di dalam anaknya. Sehingga orang tua bisa mengarahkan langkah-langkah selanjutnya.
Saat ini model parenting seperti itu sedang digalakkan di seluruh Indonesia. Sudah ada sejumlah roadshow yang berjalan. Anak-anak pun bisa mengungkapkan perasaannya. Kemudian orang tua juga memberikan dukungan yang luar biasa.
Kepala Sekolah MI Sulaimaniyah Hj Nur Zakiyah M.Pd.I berharap Workshop Super Parenting ini dapat menguatkan kolaborasi peran orang tua, sekolah, hingga lingkungan dalam bertanggungjawab bersama mengantarkan anaknya meraih masa depan dengan pribadi yang berkarakter, kreatif, dan inovatif.
“Orang sukses itukan logikanya orang pinter. Orang pinter seharusnyakan guru ya. Tapi guru tugasnya hanya mengantarkan saja supaya siswa itu menjadi orang yang sukses. Sukses itu artinya cerdas secara IQ dan karakter. Saya nggak ingin kalau siswa ini hanya pintar IQ tapi karakternya ndak terbentuk,” tandasnya.






