
Jombang,sekilasmedia.com- Untuk mewaspadai dan mengantisipasi serangan penyakit DBD, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan di dalam maupun di luar rumah. Salah satu bentuk kegiatan yang efektif untuk tujuan tersebut adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Serma Budi koramil 0814-06/Ploso bersama kepala desa jatibanjar mendampingi petugas dari Puskesmas Bawangan dalam kegiatan Monev pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD di wilayah Kalurahan Jatibanjar. Sabtu (04/03/2023).
Puskesmas Bawangan berupaya melakukan kegiatan pengendalian DBD dengan Koordinasi lintas program dan lintas sector. Agenda monev PSN DBD kali ini dimulai dari penjelasan tehnis kegiatan Monev PSN DBD, koordinasi pembagian kelompok dan kunjungan ke lokasi untuk pemeriksaan jentik nyamuk.
Pada kesempatan tersebut Serma Budi juga mengajak warga agar peduli terhadap lingkungan terutama kepedulian untuk mengantisipasi penyebaran penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk. “Kami himbau agar warga peduli lingkungan.”
Babinsa mengatakan pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bisa dilakukan dengan cara 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang tidak diperlukan. Sebab, barang-barang yang tidak terpakai ini berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah.
“Selain itu, tindakan untuk antisipasi penyebaran DBD dapat dilakukan dengan cara pemberantasan sarang nyamuk melalui bersih-bersih lingkungan dan pemberian abate di bak air maupun tempat penampungan air lainnya, ”ujar Babinsa
Tergabung dalam kegiatan antara lain tenaga kesehatan Puskesmas Bawangan, Babinsa, Pamong Kelurahan Jatibanjar dan Kader Kesehatan Bawangan. (Pendim0814).






