TENTARAKU

Babinsa Karobelah Dampingi Bidan Desa Cek Kesehatan Balita Stunting

×

Babinsa Karobelah Dampingi Bidan Desa Cek Kesehatan Balita Stunting

Sebarkan artikel ini

Jombang,Sekilasmedia.com Sertu M. Zuber Babinsa Karobelah Koramil 10/Mojoagung, Kodim.0814/Jombang, bersama Bidan Desa melaksanakan pengecekan kesehatan Balita Stunting (kurang gizi) di Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung Kabupaten jombang, Jumat (05/05/2023).

Sertu M. Zuber menuturkan, bahwa berdasarkan dari hasil pelaporan bidan desa saat melakukan pendampingan melaporkan terdapat beberapa orang anak perkembangan anak stunting yang perlu mendapat perhatian khusus dari Bidan Desa.

Ditempat terpisah, Danramil 10/Mojoagung Lettu Arh Hery Setyawan mengatakan, Dalam pencegahan stunting Sangat diharapkan adalah peran dari kedua orang tua, untuk selalu memperhatikan gizi dan vitamin bagi anaknya, agar tidak ada kejadian stunting di desa Tejo.

BACA JUGA :  Komsos Babinsa Tumbuhkan Keakraban, Kekompakan Dan Bukti Manunggalnya TNI Dengan Rakyat

Sertu M. Zuber mengatakan, Kegiatan pengecekan yang kita lakukan ini bertujuan untuk mencapai target penurunan stunting di tahun 2024. Untuk pencegahan stunting perlu dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun, dari bayi lahir hingga berusia 2 sampai 5 tahun.

Lanjut, Sertu M. Zuber mengatakan, selaku Babinsa, yang di dapat dari bidan desa Bahwa yang harus diwaspadai adalah apabila terjadi perlambatan kenaikan berat badan atau gagal tumbuh/faltering growth yang bisa diketahui dari kurva berat dan tinggi badan. Bila parameter tersebut masih baik, tapi kurvanya menurun inilah yang disebut faltering growth atau gagal tumbuh,” Katanya.

BACA JUGA :  Berkolaborasi Selesaikan Tanggungjawab TMMD

“Sedangkan prioritas penanganan stunting adalah screening anak-anak yang berpotensi menjadi stunting dan yang harus kita selamatkan adalah anak-anak yang saat ini sedang menderita gizi kurang, gizi buruk atau anak dengan gagal tumbuh pada anak usia dibawah 24 bulan.

“Anak-anak inilah yang beresiko mengalami stunting dimasa mendatang dan bukan hanya berat badan serta tinggi badan yang beresiko, tetapi yang lebih penting adalah otak mereka yang harus kita selamatkan,” kata Babinsa .