Daerah

Gelar Wisuda Dan Kreasi Seni SMPN 1 Tanggulangin Angkat Tema “Menjadi Insan Tangguh, Mandiri, Kreatif Dan Bernalar Kritis”

×

Gelar Wisuda Dan Kreasi Seni SMPN 1 Tanggulangin Angkat Tema “Menjadi Insan Tangguh, Mandiri, Kreatif Dan Bernalar Kritis”

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO, Sekilasmedia.com – Gelar acara wisuda purnawiyata, untuk merayakan momen penting dalam perjalanan pendidikan para siswa. SMP Negeri Tanggulangin nyatakan, bahwa seluruh siswa kelas IX sebanyak 326, lulus 100 persen dalam acara yang berlangsung Sabtu (17/6). Turut hadir komite sekolah, wali murid, perwakilan Kapolsek dan Koramil Tanggulangin.

 

Acara yang diselenggarakan di aula sekolah tersebut mengangkat tema “menjadi insan tangguh, mandiri, kreatif dan bernalar kritis”. Sabtu (18/06/2023).

 

Kepala SMP Negeri 1 Tanggulangin Nurul Huda, S.Pd, M.Pd, menyatakan, acara wisuda dimulai dengan penampilan seni hadrah yang dibawakan oleh para siswa. Selanjutnya, mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan, laporan ketua panitia dan sambutan-sabutan. Sambutan yang pertama adalah perwakilan kelas IX kemudian Ketua Komite Sekolah dan terkhir, sambutan dari kepala SMPN 1 Tanggulangin.

BACA JUGA :  Komisi III DPRD Kab. Blitar Akan Sidak Proyek Jembatan Subali Blitar, Sekilasmedia.com Proyek Jembatan Subali yang berada di Kecamatan Sutojayan masih belum berwujud. Padahal proyek jembatan senilai 10,5 miliar rupiah tersebut harus selesai pada akhir bulan Desember 2023 ini. Hingga saat ini progres pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Sutojayan dan Kelurahan Kedungbunder Kec. Sutojayan tersebut masih mencapai 25 persen saja. Sejauh ini yang sudah terbangun adalah abutmen atau substruktur yang berada di ujung bentang jembatan sisi barat. Dengan progres yang begitu lelet, warga sekitar lokasi pun khawatir jembatan ini tidak akan selesai pada akhir tahun ini. Menanggapi keluhan tersebut DPRD Kabupaten Blitar pun akan melakukan sidak pembangunan jembatan Subali tersebut. “Emang terkesan lelet ya, kami akan sidak ya beberapa pekan ke depan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Sugianto (Sugik), Jumat (01/12/23). Warga khawatir proyek jembatan senilai 10,5 miliar rupiah tersebut tidak akan selesai tepat waktu. Kekhawatiran warga tersebut didasarkan didasarkan kondisi saat ini yang telah memasuki hujan, dimana sungai Ludo Agung biasanya akan meluap ketika hujan terus turun. Jika banjir terjadi warga khawatir pondasi bangunan jembatan akan terbawa arus sungai. Sehingga jembatan yang memakan APBD senilai Rp 10,5 miliar rupiah tersebut tidak akan rampung. Pembangunan jembatan ini memang mengalami sejumlah kendala, mulai dari material hingga pembebasan lahan. Proses pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan Subali ini ternyata belum selesai. Total ada 19 warga yang akan terdampak pembangunan jembatan Subali. Tanah dari warga tersebut baru akan dibebaskan atau diberikan ganti rugi dengan akta notaris pada pekan depan. “Memang ada kendala pembebasan lahan di sekitar lokasi dan warga terdampak tapi PUPR tetap optimis katanya bisa rampung dalam pekan depan,” tegas Sugik. (adv/ddg)

 

Nurul Huda menyebutkan, salah satu momen penting dalam acara ini adalah penyerahan, SKL atau Surat Keterangan Lulus sekaligus penyerahan kembali para siswa kepada orangtuanya masing-masing serta penobatan wisudawan terbaik tingkat kelas dan lima wisudawan terbaik tingkat sekolah Seluruh siswa dengan nilai tertinggi gabungan nilai rapor dan ijazah, baik di tingkat kelas maupun tingkat sekolah diberikan piagam penghargaan dan hadiah dari sekolah.

BACA JUGA :  Perkuat Perekonomian Kota Mojokerto, Ning Ita Melantik Pengurus APMMJ 

 

Dalam suasana penuh kegembiraan, para siswa yang diwisuda merasa bahagia karena telah lulus 100 persen. Wali murid juga merasa senang dapat menghadiri acara wisuda ini bersama anak-anak mereka.

 

Nurul Huda menjelaskan bahwa para siswa sekarang sedang mengikuti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMAN/SMKN.

 

Pak Huda juga berpesan kepada para anak didiknya “untuk tetap semangat dalam berproses menjadi insan tangguh, mandiri, kreatif dan bernalar kritis, Tentunya dengan disertai doa”, katanya.

 

Dia berharap siswa-siswi dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di SMA atau SMK, yang dipilihnya untuk menggapai cita-cita. (iL/hn)