
Pasuruan,sekilasmedia.com – Bertempat di Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Pasuruan, Adakan Bimbingan Teknis, bagaimana memanfaat kan limbah dari pertanian menjadi selase komplit. Kamis (21/09/2023).
Kali ini Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, menjadi tempat Bimtek dari Disnakkeswan Kamis pagi dilaksanakan, acara tersebut di ikuti oleh masyarakat Peternak dan warga sekitar.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Fuad Subko Pengolahan Hasil Pertanian dan Dicky Pamungkas dari BRIN, serta Munip selaku Camat Purwosari dan Rokhim selaku Kepala Desa Sekarmojo, dan tentusaja Masyarakat Ternak Kecamatan Purwosari.
Menurut Dicky, “bahwasanya kegiata tersebut, untuk memberikan, atau membagi sedikit pengetahuan kepada masyarakat, khususnya yang memiliki hewan ternak agar dapat memanfaatkan, dan mengolah limbah hasil pertanian, menjadi silase komplit untuk bahan pakan hewan ternak”, ujarnya.
Apa itu Silase Komplit? Silase Komplit merupakan, campuran hijauan limbah pertanian, dan perkebunan yang diawetkan, dengan cara fermentasi dalam kondisi kadar air yang tinggi (40%-80%) yang dilakukan dengan semi aeroba.
Terlebih lagi Dicky mengatakan “Ada banyak sekali keunggulan jika kita menggunakan, atau membuat silase komplit ini, yang pertama, proses pembuatannya sangat mudah, karena tidak memerlukan tempat pemeraman yang an-aeroba, cukup dengan semi aeroba, kedua kandungan gizi yang dihasilkan juga lebih tinggi, dapat memenuhi 70 -90 % kebutuhan gizi ternak sapi, dan terakhir memiliki sifat organoleptis (bau harum, asam) sehingga lebih disukai oleh hewan ternak (palatable)”. Ungkapnya.
Terlihat juga peserta yang hadir, sangat berantusias dalam setiap materi, dan menyimak tahapan – demi tahapan, proses pembuatan silase komplit dengan sangan serius.
Rokhim selaku kepala desa mengucapkan trimakasi kepada Disnakkeswan Karena desanya suda dipilih untuk di jadikan tempat bimbingan teknis.
“Kami berharap dengan diadakannya bimbingan teknis, pembuatan silasi komplit ini, akan terus menjaga ketersediaan pakan ternak tanpa harus mengalami kelangkaan pakan ternak, sehingga dapat menjaga ketersediaan hewan ternak dikabupaten pasuruan.” tutupnya. (hn/iL)






