
Denpasar,sekilasmedia.com -Pertama kalinya RSUP Prof Ngoerah, di Kota Denpasar, Bali melakukan operasi bedah jantung anak terbuka, dengan pasien Putu Ananda Chrisna Mandra (8) asal Kelurahan Lelateng, Kabupaten Jembrana, Jumat (29/9/2023).
Operasi ini ditangani langsung oleh tim dokter spesialis didampingi tim jantung dari RSUP Jantung Harapan Kita Jakarta. Karena mengingat RSUP Prof Ngoerah merupakan 8 senter yang salah satunya bisa menangani penyakit jantung anak.
Dokter Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, dr Budi Rahmat mengatakan, untuk kasus jantung bawaan dari 50 ribu kelahiran anak di Indonesia ada 1 yang mengalami penyakit jantung. Umumnya anak yang mengalami kasus jantung tumbuh kembangnya akan terganggu, kurus dan mudah capek.
Sedangkan untuk kelainan jantung anak yang akan dioperasi kali ini ada pada pembentukan sekat jantung atau dikenal jantung bocor. Apabila masalahnya tidak segera ditangani akan sampai pada tahap gagal jantung dan tidak bisa dioperasi.
“Jadi kelainan ini membuat lubang di tengah tengah, akibatnya darah bersih dan kotor bercampur yang memompa ke paru paru secara berlebihan,” terang dr Budi saat jumpa pers di RSUP Prof Ngoerah.
Dijelaskannya, berdasarkan data statistik pada 2020, ada 44 ribu anak Indonesia lahir dengan kelainan jantung bawaan. Di mana 25 persen adalah pasien yang membutuhkan operasi dan non operasi jantung. Yang dari jumlah itu rumah sakit di Indonesia hanya mampu menangani 1.000 kasus kelainan jantung per tahun.
“Ini miris memang dan ini PR kita bersama, bukan hanya dokter yang ada di sini tapi masyarakat juga. Kami harap dengan adanya kolaborasi kardiologi anak dan ilmu jantung dapat mendeteksi kelainan jantung sejak masa kehamilan,” tandasnya.
Sementara itu Direktur Utama RSUP Prof Ngoerah, dr I Wayan Sudana menerangkan, jika RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah sudah melakukan operasi bedah jantung terbuka sejak tahun 1999 dengan tingkatan level 2. Karena operasi kali ini memiliki tingkatan level 3 sehingga membutuhkan pendampingan dari RSUP Jantung Harapan Kita Jakarta.
“Kami masih level 2 dan menuju tingkatan level 3, makanya membutuhkan pendampingan,” ucapnya.
Menurut Sudana, sampai saat ini tim bedah jantung RSUP Prof Ngoerah tetap melakukan operasi jantung, hanya saja dua penanganan per minggu dan ini akan ditingkatkan. Untuk kamar operasi di RSUP Prof Ngoerah juga sudah standar internasional.
“Kita berkomitmen akan terus mengembangkan penanganan kasus kasus jantung dan harus mampu mandiri. Persiapan kita tidak hanya Bali tapi ada rujukan dari NTB, NTT dan juga Papua Barat,” tutupnya. SN.






