
Jombang,Sekilasmedia.com Demi mengurangi atau menurunkan populasi nyamuk didesa binaannya, Babinsa Koramil 0814-04/Gudo Serda Mariyanto mendampingi Bidan Desa dan Kader Jumantik serta Tim dari Puskesmas Plumbon Gambang dalam rangka Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Dusun Surak Desa Pesanggrahan Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang, Jum’at (20/10/23).
Dalam pelaksanaannya dilakukan pemeriksaan jentik nyamuk pada tempat penampungan air seperti Bak kamar mandi ataupun kolam di rumah-rumah warga.Serta pengecekan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk khususnya di tumpukan barang bekas yang tergenang air sekitar pemukiman warga.
Sementara itu, Bidan Desa Ibu Emi Amd Keb mengatakan kegiatan ini memang sangat perlu dilakukan karena dengan diadakannya kegiatan ini warga dapat peduli serta merubah pola hidup mereka sehari-hari, serta akan berpikir dua kali apabila tidak menjaga kebersihan lingkungan dan rumahnya.
Strategi dalam menekan penyebaran penyakit dengan perantara nyamuk ini adalah dengan menggiatkan gerakan 3 M Plus di sekitar rumah tangga yaitu dengan, “Menguras dan menyikat penampungan air secara rutin setiap minggu kemudian menutup rapat penampungan air serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air atau mengubur dan menyingkirkan barang bekas yang bisa menampung air,” ucapnya.
Dalam hal ini Serda Mariyanto menyampaikan upaya pemberantasan sarang nyamuk ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya sarang nyamuk demam berdarah (jenis nyamuk Aedes Aegypti) dan hal ini dapat berhasil apabila seluruh masyarakat berperan secara aktif dan merupakan bagian yang paling penting dari keseluruhan upaya pemberantasan DBD selain itu peran Kader JUMANTIK juga sangat dibutuhkan untuk mengecek kondisi pemukiman warga dari jentik nyamuk.
Kami juga memberikan himbauan kepada warga untuk menimbun barang-barang bekas yang dapat menimbulkan genangan air serta himbauan untuk tidak menggantungkan baju bekas ganti di ruangan rumahnya dan selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya agar nyamuk demam berdarah tidak terjadi di desa ini,” Pungkasnya.






