Mojokerto,sekilasmedia.com-Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menggelar acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-59 Tahun 2023 bertema “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju”, yang dihadiri Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, M.Si di Hotel Raden Wijaya, Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Selasa (5/12/23) pagi.
Kegiatan HKN yang ke-59 dengan tema ‘Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju’ itu diselenggarakan atas kerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dengan Rumah Sakit, Puskesmas, dan mitra kerja terkait. Adapun peserta undangan yakni sebanyak 300 orang yang hadir terdiri dari RSUD, RS Swasta, Klinik, Organisasi Profesi, Sekolah Tinggi Kesehatan, Labkesda dan Puskesmas.
Dalam peringatan HKN Tahun 2023 ini dilaksanakan penandatanganan komitmen terhadap program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mojokerto oleh Dinkes Kabupaten Mojokerto dengan lembaga pendidikan kesehatan, seperti Stikes Majapahit, Stikes Dian Husada dan Stikes Bina Sehat PPNI Mojokerto. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengawali penandatanganan komitmen bersama tersebut.
Dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2023 turut hadir Direktur RSUD Prof. dr. Soekandar, Direktur RSUD RA. Basuni, Direktur RSUD Sumber Glagah, Direktur RSI Sakinah kabupaten Mojokerto, Direktur RS Sidowaras, Direktur RS Mawaddah, Direktur RS Mutiara Hati, Direktur RS Kartini, Direktur RS Dharma Husada, Direktur RS Arofah, Direktur RS Dian Husada, Kepala Poliklinik Bhayangkara Polres Mojokerto, Kepala Poliklinik SPN Polda Jatim, Kepala FKTP BP Poskes TNI 503, Ketua IDI Kabupaten Mojokerto, Ketua IDAI Kabupaten Mojokerto, Ketua Pogi Kabupaten Mojokerto, Ketua Persagi Kabupaten Mojokerto, Ketua PPNI Kabupaten Mojokerto, Ketua IBI Kabupaten Mojokerto, Ketua Persakmi Kabupaten Mojokerto, Ketua Hakli Kabupaten Mojokerto, Ketua Patelki Kabupaten Mojokerto, Ketua Pafi Kabupaten Mojokerto, Ketua IAI Kabupaten Mojokerto, Ketua STIKES Majapahit, Ketua STIKES Dian Husada, rektor Universitas Bina Sehat PPNI Kepala UPTD Puskesmas, Kepala UPTD Labkesda Kabupaten Mojokerto, Kepala klinik Se-Kabupaten Mojokerto.
Bupati Ikfina mengatakan, selain memperingati HKN, hari ini juga dilakukan sosialisasi Skrining Layak Hamil, ANC, dan Stunting. Hal tersebut agar dapat membantu mendeteksi penyakit, kondisi medis, atau faktor resiko lain yang mungkin timbul selama kehamilan, sehingga dapat menjalani kehamilan dan persalinan yang sehat dan selamat serta memperoleh bayi yang sehat.
Selain itu, Bupati Ikfina juga menyampaikan, saat ini Indonesia sedang mengalami periode bonus demografi, dimana peluang atau kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Menurutnya ketika jumlah penduduk usia produktif meningkat, maka jumlah potensial tenaga kerja dalam suatu perekonomian juga akan meningkat.
“Sehingga diharapkan Indonesia bisa menjadi negara berpendapatan tinggi, serta mencapai visi Indonesia emas 2045. Masyarakat Indonesia yang sehat dan cerdas adalah kunci mencapai masa keemasan itu. Hal ini berkesinambungan dengan Hari Kesehatan Nasional Ke-59 tahun 2023 yang sedang kita laksanakan yaitu dengan tema ‘Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju,” ujarnya.
Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto itu juga terus mendorong para nakes untuk senantiasa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara prima. Hal tersebut sejalan sesuai amanat UUD 1945 yaitu, setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak.
“Sehingga pilar transformasi kesehatan sebagai penopang sistem kesehatan indonesia harus di bangun secara serius dan terus menerus,” ungkapnya.
Bupati Ikfina menambahkan, sebuah pemerintahan tidak mampu melakukan transformasi secara sendiri, tapi perlu adanya sinergitas dan kolaborasi yang kuat dan erat dari seluruh pemerintahan yakni Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan semua elemen masyarakat. Adapun pilar transformasi kesehatan ini ada enam, yakni Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Pembiayaan Kesehatan Transformasi SDM Kesehatan dan Transformasi Teknologi Kesehatan.
“Pilar transformasi kesehatan ini adalah tonggak penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia menuju bangsa yang maju,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini Bupati Ikfina juga mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk selalu menjaga netralitas menjelang tahun politik tahun 2024. Hal itu agar ASN di bidang kesehatan ini bisa bekerja dengan maksimal melayani masyarakat.
“Saya minta tolong, netralitas ASN dikedepankan, kami tidak ingin, dengan isu-isu yang disebar menjelang tahun politik ini, pelayanan kepada masyarakat akan terganggu,” pungkasnya.
“Dengan adanya disrupsi besar-besaran, kata ‘transformasi’ ini dipakai dalam semua aspek termasuk dunia kesehatan. Tidak saja memberi pelayanan yang baik, saat ini kita juga dituntut memberi pelayanan yang cepat. Kinerja kita dituntut dalam angka, contohnya terkait derajat kesehatan masyarakay yang dlihat dari Angka Kematian Ibu (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB). Kalau dua hal itu baik, maka semuanya baik. Ditambah lagi kita juga terus berusaha menekan angka stunting. Walaupun secara catatan kita berhasil menurunkan AKI, AKB maupun stunting, faktanya kita belum diakui kinerjanya karena belum bisa menyajikan hasil input laporan di aplikasi-aplikasi. Maka dari itu pada kesempatan ini, saya mohon kita tidak boleh berhenti berbenah lebih baik dan cepat,” kata Bupati dalam acara ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan dalam laporannya menyebutkan bahwa tema peringatan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2023 ini berkolerasi dengan layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, sdm kesehatan, dan teknologi kesehatan. Sehingga acara ini diharapkan menjadi momentum untuk penyatuan tekad dan semangat memperjuangkan ketahanan kesehatan, serta menumbuhkan partisipasi masyarakat agar berperan aktif dalam upaya kesehatan. (Clara)