Mojokerto,Sekilasmedia.com-Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati M.Si menghadiri agenda deklarasi Desa Siap Siaga tahun 2023 di Balai Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Dalam acara kali ini Desa Kuripansari menjadi salah satu desa yang mendeklarasikan desa siap siaga untuk menciptakan desa yang toleran dan mampu mencegah masuknya ideologi radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme, pada Kamis (14/12/23) pagi.
Program Desa Siap Siaga ini merupakan program yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam rangka melindungi masyarakat dari paham radikalisme.
Acara yang diinisiasi BNPT ini tampak dihadiri Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Perwakilan Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto, Camat Pacet dan Forkopimca Pacet.
Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI, Irjen Pol. Ibnu Suhendra mengatakan, saat ini ancaman terorisme memiliki dampak serius dalam keamanan dan juga harmonisasi masyarakat.
“Dalam suelrvei global indeks menyebut jika pada tahun ini Indonesia menduduki peringkat 24 teroris. Angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2020 yang menduduki peringkat ke 42. Padahal idealnya berada pada peringkat ke 80,” ucapnya.
Ibnu Suhendra mengatakan, desa tidak boleh lengah dengan masuknya ideologi radikalisme karena radikalisme bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat.
“Komponen masyarakat harus siap siaga terhadap ancaman paham radikalisme,” tutur Ibnu Suhendra.
Masih kata Ibnu Suhendra, kontribusi dan juga aktivitas positif masyarakat diharapkan bisa menekan paparan radikalisme termasuk juga di dalamnya peran ibu rumah tangga dalam membangun lingkungan keluarga. Seorang ibu berperan aktif dalam memahami ancaman terorisme terhadap perubahan perilaku anak-anak mereka.
Dalam kesempatan ini Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, Desa Kuripansari menjadi salah satu dari lima desa di Indonesia yang dibina langsung oleh BNPT untuk menjadi Desa Siap Siaga.
“Tentu suatu kesempatan yang luar biasa. Disaat yang lain tidak mendapatkan satu program seperti ini, dibekali pengetahuan bahkan dibentuk penggerak penggeraknya di desa ini,” ujarnya.
Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini sangat mendukung penuh warga Desa Kuripansari yang mendeklarasikan diri dan bersiap-sedia serta bersatu-padu dalam membangun kesiapsiagaan, guna melawan dan mencegah terkait tanda-tanda potensi ancaman terorisme.
Menurutnya, dengan adanya deklarasi desa siap siaga ini bisa mencegah penyebaran ideologi radikal dan mempersempit ruang gerak kelompok terorisme.
“Mari bersama-sama berkomitmen untuk terus menjaga pekon ini dari ancaman radikal terorisme, jadilah pribadi dan masyarakat yang bergerak aktif dalam menyebarkan nilai- nilai perdamaian, toleransi dan anti radikalisme kepada masyarakat lainnya. Dengan demikian persatuan dan kesatuan untuk NKRI dapat kita wujudkan dengan kehidupan berkelanjutan yang damai dan aman,” ucapnya.
Ikfina juga mengapresiasi BNPT yang telah memberikan kesempatan kepada Desa Kuripansari untuk menjadi desa percontohan dari program Desa Siap Siaga ini.
“Di sini sudah ada satu desa percontohan. Kita patut bersyukur, tentu desa-desa yang lain akan lebih mudah mencontohnya jika ingin melaksanakan desa siap siaga, karena kita sudah punya model,” pungkasnya. (Clara)





