
Gresik, Sekilasmedia.com – Awal tahun 2024 ini, yaitu bulan Januari, memberikan cacatan tersendiri bagi Satlantas Polres Gresik dimana angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Gresik begitu memprihatinkan. Menunjukkan trend kenaikan yaitu 45 kasus atau kejadian kecelakaan selama kurun waktu 15 hari terakhir.
Hal ini, terpantau dengan banyak beredarnya video di Media Sosial yang menunjukan terjadinya kecelakaan di sejumlah daerah.
Seperti kecelakaan yang terjadi jalan Veteran Gresik yang melibatkan kendaraan Roda 2 dan sebuah Mobil Minibus, di Dadapkuning Cerme antara Mobil Box dan sepeda motor Honda Vario.
Kemudian kecelakaan di jalan umum Desa Gredek Kecamatan Duduksampeyan, Kecelakaan di Jalan Umum Desa Karangturi Kecamatan Menganti, serta kecelakaan di Jalan Raya Kedamean, Kecamatan Kedamean Gresik.
Ironisnya, beberapa peristiwa kecelakaan lalu lintas itu terjadi hampir berbarengan dalam 1 hari, pada Senin (15/1/2024).
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Iptu Tita Pustita Agustina menuturkan, tren kenaikan kecelakaan dipengaruhi berbagai faktor salah satunya jam kepulangan kerja.
“Tren kenaikan kecelakaan terjadi pada saat pukul 15.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB, atau pada saat jam pulang kerja dan jam kepulangan sekolah,” sebutnya, Selasa (16/1/2024) siang.
Iptu Tita menerangkan, berdasarkan data yang ada dari 45 kejadian selama tanggal 1 sampai 15 januari 2024, korban meninggal ada 7 orang, luka berat 2 orang dan luka ringan 55 orang.
“Kecelakaan didominasi kendaraan R2, untuk korban meninggal dunia terbanyak di usia 40 tahun keatas. Sementara itu untuk kecelakaan yang melibatkan usia Pelajar ada 4 kejadian,” ungkapnya.
Perwira Akpol lulusan tahun 2019 itu juga membeberkan sejumlah area blackspot (rawan kecelakaan) di Kabupaten Gresik yang perlu diwaspadai, salah satunya Jl Veteran Kebomas Gresik.
“Dua area blackspot yang perlu diwaspadai di jalan Veteran Kebomas ada 4 kejadian periode jam 7 sampai 12 siang. Kemudian di Jalan Kepatihan Menganti Gresik juga, karena di lokasi tersebut mengalami peningkatan kejadian kecelakaan,” bebernya.
Iptu Tita mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Gresik khususnya.
“Kami sudah melakukan edukasi kepada masyarakat terkait Penanganan laka pada saat kejadian. Kemudian juga berkordinasi dengan stakeholder terkait, agar bisa dilaksanakan pemasangan rambu penanda di sejumlah daerah rawan kecelakaan,” kata dia mengingatkan.
Lebih lanjut Iptu Tita menghimbau kepada para pengendara untuk selalu mengecek kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan dan selalu gunakan alat pengaman berkendara.
” Tetap berhati-hati dalam berkendara, tetap selalu gunakan helm untuk kendaraan roda 2. Cek kesiapan kendaraan, dan perlengkapan keselamatan. Untuk R4 utamakan gunakan sabuk keselamatan,” pungkasnya. (rud)






