Daerah

Guntur Wahono : Reses Berjalan Kondusif, Ricuh Usai Reses Bukan Soal Uang, Itu Ulah Perusuh

×

Guntur Wahono : Reses Berjalan Kondusif, Ricuh Usai Reses Bukan Soal Uang, Itu Ulah Perusuh

Sebarkan artikel ini

Blitar, Sekilasmedia.com Guntur Wahono, anggota DPRD Jawa Timur mengklarifikasi soal kericuhan usai dirinya menggelar reses di Dusun Bendorejo Desa Bendosewu Kabupaten Blitar. Anggota DPRD Jatim dari PDIP itu menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi bukan soal uang transport.

Menurut Guntur, kerusuhan itu terjadi akibat ulah segerombolan orang yang sengaja membuat kacau kegiatan. Segerombolan orang ini bukanlah peserta reses, namun mereka datang secara pribadi dan tidak diundang.

Saat datang, segerombolan orang ini juga tercium bau alkohol. Dan benar saja, usai kegiatan yang digelar Guntur Wahono, segerombolan orang ini langsung membuat onar.

BACA JUGA :  PLN Sosialisasi Dampak Kerusakan Bencana Alam di Desa Barengkerajan

“Bukan soal uang transport. Karena memang sejak awal panitia lokal sana dengan tim saya sudah sepakat tidak ada uang transport. Sebagai ganti warga di sana minta untuk dibuatkan pagar musala, kami telah sepakat,” kata Guntur Wahono, Rabu (31/1/2024).

Guntur menegaskan, sejak awal ia datang hingga dirinya meninggalkan lokasi, kegiatan berjalan kondusif. Semua warga juga menyapa hangat anggota DPRD Jatim dari PDIP itu.

Namun memang di bagian belakang kegiatan, ada sekelompok orang yang bukan peserta ikut hadir. Kuat dugaan orang-orang tersebut memang sengaja membuat onar agar reses Guntur Wahono terkesan jelek.

“Ada segerombolan orang, di luar undangan, yang datang sudah dalam kondisi berbau alkohol. Mereka datang berkumpul di bagian belakang. Dugaan saya, memang tidak berniat mengikuti reses,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Wali Kota Mojokerto Hadiri Wisuda Tahfidz Juz Amma Angkatan V Yayasan Al Azhar

Anggota DPRD Jatim tersebut menegaskan bahwa kericuhan terjadi usai kegiatan selesai. Selama kegiatan, penyerapan aspirasi masyarakat berjalan lancar, semua kondusif.

Meski ada kericuhan yang terjadi usai dirinya pergi, Guntur Wahono enggan berspekulatif lebih jauh. Bagi Guntur yang terpenting dirinya bisa menyerap aspirasi warga serta bisa menyalurkan keinginan warga Blitar ke Provinsi Jawa Timur.

“Saya tidak mau menuduh siapa-siapa. Tapi yang jelas, saya tahu masyarakat di situ adalah basis PDI Perjuangan. Jadi, kalau yang namanya sudah banteng, tidak akan bisa dipecah belah,” tegasnya. ddg