Mojokerto,Sekilasmedia.com-Pemkab Mojokerto melalui Dinas Kesehatan terus gencarkan Program Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI (SEHATI) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI) kali ini digelar di pendopo Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (5/3/24) pagi.
Dalam kegiatan SEHATI dan SEJOLI ini turut hadir Kepala Dinas Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kabid Kesmas Ninik, Kepala Puskesmas Jetis Nurcahyati Akbar Kusuma Wardani, Camat Jetis Madya Andriyanto, Kepala Desa Bendung Syafa’at dan Forkopimca Jetis.
Kepala Desa Bendung Syafa’at, mengucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati Ikfina sudah hadir dalam acara SEHATI dan SEJOLI dan terimakasih kepada seluruh masyarakat Desa Bendung yang sudah hadir.
“Insya Allah bulan ini akan dilakukan renovasi pengerjaan kantor dan sudah di tanda tangani Ibu Bupati di tahun ini akan di perbaiki semua dan melanjutkan betonisasi sampai Dusun Bantengan,” ungkap Syafa’at.
Selanjutnya Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, M.Si memberikan edukasi dan sosialisasi kepada kader posyandu, ibu hamil dan ibu yang mempunyai anak balita terkait upaya penurunan stunting Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) sejak dini.
“Ibu hamil harus terpenuhi gizinya agar calon bayi yang ada didalam kandungan dapat terpenuhi gizinya pula. Ia juga menambahkan, dalam mengukur ibu hamil yang tercukupi gizinya, bisa dengan cara mengukur lingkar lengannya yang tidak boleh kurang dari 23,5 cm,” ungkapnya.
Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi.
“Balita tidak boleh stunting, tidak boleh kekurangan gizi supaya proses pembentukan otaknya sempurna. Balita yang stunting tingkat kecerdasannya 20% dibawah standar. Agar tidak stunting, setiap makan harus ada zat pembangun seperti telur, daging, ayam, ikan dan susu,” imbuhnya.
Bupati Ikfina menambahkan, untuk lansia harus mandiri, aktif bergerak dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Lansia yang sehat cukup di cek tiga bulan sekali dan satu bulan sekali bagi lansia yang sakit. (Clara)






