Kediri,Sekilasmedia.com-Diprediksi usai libur lebaran, suhu politik di Kota Kediri memanas. Kondisi ini seiring dengan mulai berkoalisi Partai Politik yang ada di Mayor Bismo paska terpilihnya sejumlah Anggota DPRD di Tiga Dapil Mulai Pesantren, Kota dan Mojoroto Pada Pemilihan Legislatif 14 Pebruari 2024 kemarin.Meski baru hanya Partai Golkar yang telah menentukan sikap untuk mengusung Calon Walikota Kediri dari kalangan Milineal yaitu Vinanda Prameswati dalam Waktu Dekat diprediksi Partai Amanat Nasional yang juga akan mengusung Fery Silvina yang akrab disapa Bunda Fey yang merupakan istri Mantan Walikota Kediri Dua Periode Abdullah Abu Bakar.
Abdul Bagi Bafaqih yang akrab disapa Abah Baqi mengungkapkan, sejauh ini untuk komunikasi dengan partai membicarakan khusus tentang Pilkada Kota Kediri belum ada, tapi kalau sekedar “ngopi bareng” alias komunikasi biasa dengan Partai Politik seperti PKS dan Hanura sudah biasa namun tidak membicarakan Pilkada Kota Kediri.
“Kalau dibulan Ramadhan kita masih konsentrasi untuk pelaksanaan Ibadah Puasa dan Kalau Lebaran nanti agenda saling silaturahmi maaf memaafkan, jadi di internal Keluarga Kami sendiri belum membicarakan alias musyawarah untuk menghadapi Pilkada Kota Kediri mendatang,”terangnya, Senin (25/3/2024)
Abah Baqi panggilan politisi senior di Kota Kediri tidak menampik bila kader sementara yang menjadi pandangan Partai Amanat Nasional tertuju pada Fery Silvina atau Fey untuk saat ini.
Sebelumnya Ayub Hidayatulloh Politisi Partai Keadilan Sejahtera mengaku pihaknya menunggu untuk berkoalisi dengan partai lain karena tidak akan bisa mengusung dengan hanya memiliki dua kursi legislatif, dimana untuk dapat mengusung calon Kepala Daerah di Kota Kediri harus memiliki 6 kursi legislatif dan dari semua partai yang lolos tidak ada yang mayoritas namun harus tetap berkoalisi.
Sekedar diketahui dalam Pilkada November 2024 mendatang Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota yang melalui Jalur Partai Diprediksi ada 3-4 Pasangan Calon jika dikalkulasi dari perolehan Kursi Partai yang dimungkinkan tidak bisa mayoritas mengusung sendiri namun harus tetap berkoalisi.
Partai Golkar Mendapatkan Kursi 5, PAN 5 Kursi, Demokrat 2 Kursi, Gerindra 4 Kursi, Hanura 1 Kursi, Nasdem 5 Kursi, PKB 3 Kursi, PDIP 3 Kursi PKS 2 Kursi Dan sejauh ini di Tahun 2008 setidaknya Pasangan calon walikota yang akan bertarung di Kota Kediri 5 pasang diantaranya berangkat dari partai politik, yaitu pasangan Samsul Ashar dan Abdulloh Abubakar (PAN, PPP dan PDS), Martanty Soenar Dewi dan Achmad Salis (Demokrat, PKS dan koalisi 11 partai kecil), Heru Marwanto dan Tamam Mustofa (Golkar dan koalisi 6 partai kecil), Rinto Harno dan HM Zaini (PDIP dan PKB Versi Gus Dur), serta Iwan Boedianto dan Arifin Asror (PKB Versi Muhaimin Iskdandar).





