Surabaya,Sekilasmedia.com-Anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029, Musyafak Rouf meminta Pemkot Surabaya bergotong royong dengan Pemprov Surabaya untuk membangun Kota Surabaya. Ketegangan antara Pemkot Surabaya dan pemerintah provinsi sering kali mengakibatkan perencanaan dan pelaksanaan proyek yang tidak optimal.
Pria yang akrab dipanggil Abah Syafak ini menilai ketidakharmonisan sering menghambat pelaksanaan proyek infrastruktur strategis seperti pembangunan di Jalan Lingkar Barat (JLLB) dan Pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) serta tol tengah.
“Rencana pembangunan jalan lingkar timur dan tol tengah sering kali terhambat karena adanya perbedaan visi dan kepentingan antara kota dan provinsi,” katanya saat ditemui di Surabaya, Selasa (3/9/2024).
Politisi asal PKB itu ingin proyek besar tidak hanya berjalan dengan lancar, namun juga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Maka, diperlukan adanya koordinasi dan komunikasi yang efektif antara kedua belah pihak.
Abah Syafak mengusulkan diadakan pertemuan rutin antara Pemkot Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal ini untuk mendiskusikan dan menyelaraskan rencana pembangunan yang berpengaruh pada kedua belah pihak, sehingga bisa menghindari konflik dan memastikan keselarasan dalam pelaksanaan proyek.
“Pentingnya konsolidasi rencana pembangunan dalam satu dokumen perencanaan yang komprehensif, seperti RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah),” tegasnya.
Mantan pimpinan DPRD Surabaya itu berharap dokumen RTRW mencakup rencana kota dan provinsi secara bersamaan, sehingga semua pihak memiliki panduan yang jelas dan terintegrasi.
“Nah, untuk menyelesaikan potensi konflik atau perbedaan pendapat, kami menyarankan penggunaan mediator atau fasilitator netral. Mediator ini akan membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul dan memastikan bahwa semua pihak dapat mencapai kesepakatan yang memuaskan,” jelasnya.
Abah Syafak juga menekankan perlunya transparansi dalam setiap tahap proyek. Sisi lain juga memberikan informasi yang jelas dan terbuka mengenai rencana dan pelaksanaan proyek. Hal ini akan membantu mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pembangunan.
Selain itu, Abah Syafak juga menilai inisiatifnya untuk menciptakan sinergi yang lebih baik antara Pemkot Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta memastikan bahwa proyek-proyek pembangunan berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Sinergi dan komunikasi yang baik antara Pemkot Surabaya dan pemerintah provinsi sangat penting untuk memastikan bahwa semua proyek pembangunan dapat dilaksanakan dengan efisien dan memberikan dampak positif yang besar bagi warga Surabaya,” terangnya.
Abah Syafak berharap hubungan antara Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim akan semakin harmonis, serta pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur dapat berjalan dengan lebih efektif dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan