Daerah

Bu Min : Tolak Ukur Indeks Pembangunan Manusia Adalah Tingkat Kesehatan dan Pendidikan

×

Bu Min : Tolak Ukur Indeks Pembangunan Manusia Adalah Tingkat Kesehatan dan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Gresik,Sekilasmedia.com-Dengan berkah bonus demografi saat ini, Pemerintah Kabupaten Gresik dengan jeli melihat pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Gresik, dalam menyongsong pencanangan program pemerintah pusat ” Indonesia Maju 2045″.

Untuk itu, melalui Dinas Kesehatan melakukan agenda pendampingan inovasi penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) dan stunting di Kabupaten Gresik tahun 2024, yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Cerme pada Rabu (9/101/2024), dan dihadiri Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. Mukhibatul Khusnah.

Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan Kabupaten Gresik termasuk kabupten yang angka stuntingnya turun luar biasa. Terutama indeks pembangunan manusia/ SDM kita baik atau tidak. Hal ini merunut tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan Kabupaten Gresik.

” Bagaimana anak-anak kita pada tahun 2045 itu, menjadi generasi emas. Hal ini berpulang pada kesehatan calon ibu yang akan melahirkan anak-anak yang sehat dan unggul. Untuk itu perlu penanganan tersendiri seperti pemberian pil penambah darah, pemeriksaan kesehatan dan lainnya, ” ujarnya.

BACA JUGA :  Polres Blitar Kota Ungkap Kasus Pencurian Laptop Di SMKN 1 Udanawu

Lebih jauh Bu Min menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kesehatan ibu dan anak merupakan tugas kita bersama, baik di pemerintah kabupaten Gresik, dinas kesehatan, puskesmas, bidan, kader posyandu dan masyarakat. Sehingga diharapkan tidak terjadi lagi kasus stunting, kematian ibu dan bayi di masyarakat.

” Untuk itu, perlunya Puskesmas dan kader kesehatan desa melakukan jemput bola sehingga langsung bisa ditangani segera,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah mengungkapkan dalam upaya penurunan baik angka kematian ibu, angka kematian bayi dan stunting di Kabupaten Gresik, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai inovasi.

Meski ada trend peningkatan di Kabupaten Gresik pada AKI, AKB dan stunting, namun kami terus melakukan berbagai upaya dengan masiv untuk menurunkan trend tersebut. Seperti yang telah dilakukan di Kecamatan Cerme, baik puskesmas Cerme dan Dadapkuning serta puskesmas lainnya di Gresik.

BACA JUGA :  Polda Bali Beber 93 pelaku kejahatan jalanan

” Beberapa upaya diantaranya, Pemkab Gresik telah mencanangkan program Jumat Berkah, dengan pemberian pil penambah darah kepada anak usia sekolah bekerjasama dengan dinas pendidikan, lalu pemeriksaan ibu hamil di puskesmas, turun ke desa-desa pemberian edukasi kepada kelas calon pengantin, kelas ibu hamil, kelas posyandu balita dan pelacakan ke rumah-rumah,” sebutnya.

Mudah-mudahan dengan komitmen bersama, pemkab Gresik bisa menurungkan AKI, AKB dan stunting, imbuh dia.

Pada kesempatan ini, Camat Cerme Umas Hasyim menyampaikan terima kasih atas kehadiran Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Mukhibatul Khusnah dan jajarannya, kader posyandu dan perwakilan AKD.

Dan tak lupa disampaikan Umar bahwa keberhasilan penurunan stunting di Kecamatan Cerme merupakan berkat usaha bersama tak kenal berhenti dari para kader kesehatan desa, puskesmas, pemerintah desa, forkopimcam serta pemerintah daerah.(rud)