Daerah

Minta Mahar 25 Milyar Untuk Menjadi N2, Dimyati Buka Suara

×

Minta Mahar 25 Milyar Untuk Menjadi N2, Dimyati Buka Suara

Sebarkan artikel ini

Kota Malang, sekilasmedia.com – Berita polemik seorang mantan napi korupsi yang maju dalam kontestasi Pilkada makin memanas menjelang Pilkada 2024 serentak.

Dikutip dari media online jatimtime.com berjudul “Politisi Nasdem: Ada Kandidat Cawali Malang Minta Mahar hingga Rp 25 M bagi Calon N2-nya” tanggal 13 Oktober 2024. Dalam berita tersebut bahwa menurut politisi Nasdem, Dito Arief Nurakhmadi, di Kota Malang hal itu merupakan fakta yang sudah selayaknya tidak ditutup-tutupi keberadaannya. Bahkan menurutnya sangat tidak etis jika menganggap hal itu seolah-olah adalah hal normal dan baik-baik saja.

“Jangan dianggap sebagai sebuah kenormalan karena kemasan yang religius,” jelas Dito.

Belum tuntas sorotan dan gejolak yang muncul, muncul kabar adanya mahar politik bagi yang mau mendampingi sebagai calon Wakil Wali Kota Malang pada Pilkada Kota Malang 2024 ini. Bahkan maharnya pun mencapai puluhan miliar.

BACA JUGA :  Pjs Bupati Mojokerto Audiensi bersama BAMAG dan GP Ansor Bahas Hibah

“Kami mengetahui ada dugaan permintaan mahar politik sebesar Rp 15-25 miliar kepada sejumlah kandidat (tokoh) agar bisa menjadi N2 yang bersangkutan. Hal ini juga banyak diketahui oleh sejumlah parpol,” tutur Dito.

Dirinya pun menyangsikan hal tersebut. Terlebih menurutnya cukup sangsi jika disandingkan dengan pola kampanye yang seakan tak memiliki rekam jejak di masa lalunya.

“Lalu, bagaimana kita mau percaya bahwa beliau sudah Insyaf dari dosa masa lalunya, bila pola-pola mahar seperti itu dilakukan,” tegas Dito.

Apalagi hal tersebut dilakukan saat pencalonan Pilkada Kota Malang. Yakni dengan meminta mahar politik hingga Rp 25 miliar bagi yang mau menjadi wakilnya.

Menurut Dito, masa lalu buruk Kota Malang terkait perkara korupsi sudah sepatutnya tak terulang lagi. “Apa mau kita mempertaruhkan masa depan Kota Malang tercinta kita ini kepada yang dosa masa lalunya belum benar-benar bersih,” pungkas Dito.

BACA JUGA :  Panglima TNI dan Kapolri Sidak Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Korem 082/CPYJ

Menanggapi hal tersebut, salah satu Calon Wakil Wali Kota Malang, nomor urut 3, Dimyati Ayatullah buka suara menanggapi masalah ini.

“Bagaimana dengan calon lain yang cuma punya aset 3,5 miliar. Bisa menjadi calon uang dari mana. Maksudnya kalau misalnya itu harus 25 miliar menjadi wakil lah, bagaimana calon lain yang cuman punya punya uang 3,5 miliar bisa jadi calon,” tegas Dimyati saat dikonfirmasi melalui telepon. Selasa (15/10).

Selain itu Dimyati juga berpesan bahwa untuk Pilkada kali ini diharapkan masyarakat kota Malang tidak diberi informasi yang menyesatkan (negatif). “Karena kita ingin Kota Malang ini dipimpin oleh pemimpin yang baik untuk kemajuan bersama,” tukasnya. (BAS)