Mojokerto,Sekilasmedia.com-Bagi masyarakat ds. Pagerjo, Kec. Gedeg, Mojokerto dan sekitarnya mungkin tidak asing lagi dengan mie legendaris yaitu mie ayam mbah sampun yang terkenal dengan rasa mie yang sangat enak dan juga harga mie ayam yang dibandrol hanya Rp. 5.000 saja mampu menarik pembeli berbondong bondong datang kemari.
Mie ayam mbah sampun nama itu diambil dari sang pemilik yaitu Sampun(73) warga pagerjo yang sudah memulai bisnis olahan mie ayam dengan harga yang terjangkau tetapi hasil olahannya justru menghasilkan untung tanpa ada kata rugi. Kedai ini memanfaatkan halaman depannya sebagai tempat untuk menjajakan jualannya dan sudah berdiri sejak tahun 2007 hingga saat ini.
“Dulu awalnya saya seorang yang tidak punya namun saya tetap berusaha bagaimana agar tidak seperti ini terus, akhirnya saya bukalah mie ayam ini, sejak saat itu ekonomi keluarga saya berubah saya bisa menyekolahkan anak” saya sehingga menjadi orang yang sukses di bidang kerjanya,” terang Sampun sambil bercerita dengan ekspresi sedih.
Harga 5.000 terang sampun merupakan harga yang baru” saja dinaikan, Sampun menjelaskan kalau awal kali pertama buka warung mie ayam ini seporsi mie ayam hanya dibandrol dengan harga Rp. 3.500. Dengan harga yang begitu murah tetapi toping ayam yang diberikan juga termasuk tidak pelit justru pelanggan bisa request tambah kepala atau ceker kalau stoknya ada tanpa merubah harga.
“Jadi saya nggak membandrol harga begitu tinggi karena disini itu sering kali didatangi anak” untuk makan disini jadi kalau dinaikkan nanti kasihan mereka, untuk harga tetap sama 5.000 meskipun pelanggan kadang minta kepala ataupun ceker jadi nggak nambah biaya,” jelas sampun.
“Karena kepala dan ceker itu bonusan pada saat membeli ayam jadi stoknya nggak banyak, kadang ada kadang juga nggak ada,” tambahnya.
Bukan hanya faktor kegigihan dan semangat sampun juga punya trik lain agar dagangan mereka tidak rugi, mereka memasak mie menggunakan mie bikinan sendiri yang diolah di belakang rumahnya tanpa membeli bahan mie dipasaran.
“Untuk mie nya itu saya bikin sendiri, jadi dibelakang itu ada mesin giling sendiri dan setiap pagi saya dan istri saya membuat mie itu, makanya tekstur mie nya juga agak berbeda dari mie ayam lain lebih mengarah seperti mie karet namun teksturnya kenyal,” ujar Sampun.
“Dan saya juga selalu menakar bahwa setiap 1 kilogram mie saya takar menjadi 20 mangkok,” tambahnya.
Kedai mie ayam mbah sampun ini buka dari jam 9.00 sampai dengan 14.00 dan buka dari selasa sampai minggu untuk hari aktifnya, dan hari senin adalah hari libur dari kedai ini, jadi bagi pembeli yang ingin menikmati olahan mie ayam yang dihasilkan harap datang jam tersebut atau lebih awal karena kedai ini sering tutup sebelum jam 14.00 karena kehabisan stok mie.
Dengan cita rasa khas yang tak berubah sejak awal berdiri, Mie Ayam Mbah Sampun tetap menjadi favorit masyarakat sekitar. Keuletan dan dedikasi Sampun dalam mempertahankan kualitas serta harga yang terjangkau membuat kedai ini selalu ramai dikunjungi pelanggan setia
Penulis : Yusri
Editor: Kaylla