Jombang,Sekilasmedia.com-Soto dhok merupakan salah satu kuliner legendaris khas jawa timur. Menjadi menu pilihan karena citarasanya yg khas. kaya akan rempah – rempah dan gurihnya kaldu dari daging sapi.
Ketika pertama kali mendengar kata soto dhok. Biasanya yg terlintas pertama kali adalah suara keras yg dihasilkan dari gebrakan botol kecap asin yg menghantam alas papan kayu. Suara tersebut seringkali membuat terkejut serta jantung yg terasa mau copot apabila tidak terbiasa mendengarnya atau memperhatikan proses penyajiannya, apalagi yg baru pertama kali mampir.
Soto dhok khas jombang mungkin belum begitu familiar di telinga kita. Karena memang penjualnya belum terlalu banyak seperti soto lamongan ataupun soto madura. Tapi jangan salah, untuk rasa dijamin menjadikan ketagihan.
Sesuai namanya kuliner ini berasal dari kota jombang. Resepnya diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.
Untuk rasa tidak perlu diragukan lagi. Soto dhok khas jombang memiliki citarasa yg khas. Perpaduan banyaknya rempah – rempah dan gurihnya kaldu dari daging sapi. Menjadikan masakan ini begitu menggugah selera.
Dari sekian banyak warung soto yg bertebaran di berbagai kota. Untuk kali ini kita akan bahas salah satu warung soto daging yg berada di mojoagung. Tepatnya di ngemplak utara, pinggir jalan raya mojoagung. Jarak sekitar kurang lebih 100 meter barat terminal mojoagung dekat alfamart. Namanya soto daging “BELL DHOK Cak IMAM”.
Soto Bell Dhok cak imam, biasanya di buka mulai pukul 19.00 sampai pukul 24.00. Tapi terkadang sekitar pukul 23.00 sudah tutup karena telah habis.
Warung soto dhok cak imam mulai dirintis pada tahun 1998. Dimana pada tahun – tahun tersebut pembeli masih belum begitu banyak seperti sekarang. Awalnya, dulu dibuka pada sore hari, dari pukul 17.00 sampai pukul 24.00. Terkadang sampai pukul 02.00 dini hari. Semua dijalani dengan penuh kesabaran dan rasa syukur. Tidak pernah ada sekalipun terdengar keluhan yg terucap dari bibirnya.
Berkat kesabaran, keuletan dan kerja kerasnya. Penjualan yg awalnya masih sepi, perlahan mengalami peningkatan. Bahkan beberapa hari yg lalu ketika penulis sedang mampir. Terlihat beberapa pelanggan telah menunggu untuk bisa menikmati seporsi soto yg di inginkan.
Usai persiapan selesai dilakukan dan mangkuk telah berjejer menghiasi meja. Aroma khas kaldu sapi yg gurih dan harumnya rempah – rempah merebak kesegala arah ketika penutup panci dibuka. Satu persatu mangkuk disiram kuah panas. Tak lupa irisan bawang goreng dan potongan daun bawang ditaburkan.
Selain potongan jerohan sapi yg telah diletakkan diatas seporsi soto. Pelanggan juga bisa menambahkan potongan jerohan seperti hati, jantung, babat, paru, dll kedalam mangkuknya. Agar semakin puas menikmati citarasanya. Tentu saja dengan harga yg cukup terjangkau dan telah di sediakan diatas meja.
Tiba – tiba terdengar bunyi “DHOK” sebagai ciri khas bahwa seporsi soto telah siap dihidangkan. Apabila ada yg terlihat terkejut. Hal tersebut menyebabkan gelak tawa pengunjung yg lain menjadi pecah. Suasana yg semula biasa saja menjadi penuh keakraban karena ada saja yg akhirnya melemparkan candaan.
Satu persatu mangkuk diantar kepada pelanggan sesuai urutan. Tak sabar rasanya menunggu giliran untuk bisa menyantap hidangan.
Keringat mulai bercucuran seiring mangkuk yg semakin menyusut isinya dan habis tak bersisa. Panas dan pedas seolah menjadi penyemangat dalam memuaskan rasa lapar yg sedari tadi terdengar seperti orkestra.
Segelas teh hangat atau dingin menjadi pilihan sebagai pelepas dahaga menyisakan rasa lega.
Jika kebetulan melewati mojoagung. Tidak ada salahnya jika kita mampir sejenak untuk menikmati soto dhok cak imam.
Penulis: Ahmad
Editor: Kaylla