Denpasar ,Sekilasmedia.com-
Rencana tambahan terhadap pasokan energi listrik sebesar 500 megawatt dari pembangkit luar Pulau Dewata, ditolak mentah-mentah oleh Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster.
Gubernur yang kini menjabat dua periode itu juga melarang, adanya pembangunan baru pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil di Bali.
Bahkan, dia mengajak seluruh sektor perkantoran, baik pemerintahan, rumah sakit, perumahan, maupun swasta, untuk menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap.
“Kita tidak mengizinkan lagi pembangunan pembangkit listrik menggunakan bahan bakar fosil dan kita tidak mau lagi ada tambahan transfer energi dari luar Bali, yang rencana ditambah 500 megawatt,” ujar Koster.
Menurut dia, ketidak kemandirian energi dapat berpotensi mengganggu kelistrikan di pulau dewata. Karenanya, Bali harus mandiri energi bersih melalui kebijakan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar energi terbarukan.
“Semua kebutuhan di Bali harus terpenuhi dari pembangkit listrik yang ada di Bali. Jangan ketergantungan dengan kabel bawah laut, nanti ada orang jahil dipotong. Bali bisa gelap,” ucapnya.
Masih beber Koster, bahwa pihaknya telah melakukan rapat dengan direksi PLN untuk memasang PLTS atap dengan kapasitas 100 megawatt di Provinsi Bali.
“Jadi semua kebutuhan panel surya ini akan dibeli PLN dan kita tidak ada sepeser pun menggunakan kas daerah,” ungkapnya.
Meski begitu, untuk mendukung rencana transisi energi tersebut, Pemprov Bali juga akan merevitalisasi PLTS Nusa Penida. Dimana pulau yang terpisah dari daratan Bali itu akan dijadikan tempat percontohan pemasangan PLTS atap oleh PLN.
“Semula pulau tersebut memang direncanakan menjadi pulau yang sepenuhnya dipasok oleh energi terbarukan di tahun 2030,” tandasnya.
Penulis : Soni
Editor: kaylla