Malang, sekilasmedia.com – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur’an 1446 H, Selaras Holding bersama para stakeholder menggelar Khotmil Qur’an 24 jam nonstop pada Minggu (16/3/2025) kemarin. Acara ini melibatkan puluhan hafidz dan hafidzah dari berbagai pesantren ternama di Malang Raya, termasuk Pondok Pesantren Asy-Syadzili 1 Sumberpasir, Ma’had ‘Ali UIN Malang, dan Pesantren Salafi Li Tahfidzil Qur’an Bululawang.
Sebagai momen bersejarah dalam Islam yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, malam Nuzulul Qur’an menjadi waktu istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah. Kegiatan ini diinisiasi oleh Selaras Holding sebagai bentuk syukur atas pencapaian perusahaan sekaligus mengharmoniskan nilai duniawi dan ukhrawi dalam setiap langkah bisnisnya.
Mengukuhkan Nilai Qur’ani dalam Bisnis
Dr. Rosalina Y. Ang., MSA., Ak. CA., CPA., salah satu ketua tim ahli dari HCS, menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai Qur’ani menjadi prinsip utama dalam pelayanan kepada klien.
“Dalam setiap pekerjaan, kami selalu berpegang pada petunjuk Al-Qur’an—menjaga kepercayaan, integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada klien,” ujar wanita yang akrab disapa Mba Rossa ini. Rabu (19/3).
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan HCS dalam menangani berbagai proyek bukan hanya didukung oleh SDM yang ahli, tetapi juga berkat pertolongan Tuhan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip Qur’ani, HCS mampu menjaga profesionalisme dan meraih keberkahan dalam bisnisnya.
“Kami sering merasakan banyak kemudahan dalam menyelesaikan tanggung jawab. Ini adalah barokah dari Al-Qur’an. Namun, tentu saja, usaha maksimal dan profesionalisme tetap menjadi kunci utama dalam manajemen perusahaan,” tambahnya dengan optimisme.
Pada kesempatan tersebut, KH Ali Mas’ud, pembina kerohanian Selaras Holding, menekankan keutamaan malam Nuzulul Qur’an sebagai momentum untuk melipatgandakan pahala dan mendapatkan pengampunan dosa.
“Banyak fadhilah bagi mereka yang menghidupkan malam ini, termasuk pahala yang berlipat dan maghfirah dari Allah,” ujar kyai yang masih merupakan generasi ketujuh dari trah Bujuk Mindris atau Joko Tarub ini.
Menurutnya, di era modern ini, banyak orang yang mulai melupakan esensi Al-Qur’an, seolah hanya menjadi simbol keagamaan tanpa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an bukan hanya bahasa langit yang berbicara tentang ilahiyah, tetapi juga pedoman dalam bermuamalah, termasuk dalam menjalankan bisnis. Nilai-nilai Qur’ani harus dibumikan dalam setiap aspek kehidupan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari Selaras Holding, HCS mengusung jargon “Bisnis Anda, Prioritas Kami” dan bergerak di bidang akuntansi, perpajakan, serta manajemen. Layanan yang diberikan mencakup riset, audit, konsultasi manajemen dan perpajakan, hingga pendampingan pemeriksaan.
HCS telah dipercaya menangani berbagai klien dari sektor swasta, perbankan, perkebunan, pertanian, perhotelan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan rekam jejak yang solid, perusahaan ini terus mengedepankan profesionalisme dan keberkahan dalam setiap langkah bisnisnya.
Penulis : S Basuki
Editor: Kaylla






