Gresik, Sekilasmedia.com – Wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus momen bulan suci Ramadan 1446 H, Pemerintah Desa Kepatihan menggelar buka puasa dan bagikan santunan anak yatim piatu, bertempat di Balai Desa Kepatihan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, Sabtu sore (22/3/2025)
Hadir pada acara ini, Forkopimcam Menganti, Kepala Desa Kepatihan Dodik Suprayogi beserta jajaran perangkat desa, BPD, Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, RT dan RW .
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kepatihan Dodik Suprayogi mengungkapkan kegiatan ini ( berbuka puasa dan santunan anak yatim piatu) setiap tahun kami adakan sebagai ajang menjalin silaturahmi dan mempererat sinergitas dan kesolidan antara semua elemen di wilayah Desa Kepatihan.
” Di samping itu, kegiatan berbagi dengan anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian Pemerintah Desa Kepatihan kepada anak-anak itu. Mudah-mudahan bantuan sosial berupa santunan tersebut dapat membantu meringankan beban anak-anak ini, ” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Kapolsek Menganti AKP Moch. Dawud menyampaikan bahwa kondisi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Menganti kondusif dan aman.
Kondisi yang baik ini, berkat sinergitas dan kerjasama semua pihak, baik Polsek Menganti, Koramil Menganti, Kecamatan Menganti, pemerintah desa, masyarakat dan elemen lainnya.
AKP Dawud juga menyampaikan pesan kamtibmas. Pertama, terkait himbauan Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu kepada warga yang akan mudik menjelang lebaran tahun ini, agar harta bendanya aman dan nyaman.
” Maka setiap Polsek untuk membuka tempat penitipan kendaraan gratis, sehingga aman terjaga,” jelasnya.
Untuk itu, Kapolsek Menganti akan menyiapkan lahan parkir di belakang Mapolres Menganti bagi kendaraan warga yang mudik lebaran.
Dan menghimbau kepada warga yang akan mudik agar melaporkan ke pihak RT dan RW setempat, agar terdata (nama, lokasi tinggal dan no telponnya) kemudian disampaikan ke Polsek Menganti. Untuk rumah yang di tinggal pemilik untuk mudik, akan diberi stiker sebagai penanda agar mudah dideteksi.
Kedua, karena di wilayah Menganti telah diungkap dan diamankan pengguna narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 3,2 gram, maka dinggatkan kepada para orangtua untuk selalu memantau dan mengawasi jika ada anggota keluarganya menggunakan narkoba. Jika diketahui ada yang menggunakan maka segera melaporkan ke Polsek.
Ketiga, dengan kejadian perselisihan antar perguruan silat berakibat korban luka bahkan meninggal dunia di Menganti beberapa waktu lalu. Maka kepada orangtua agar memperhatikan dan membatasi gerak anaknya agar tidak keluar rumah pada malam hari.
” Jangan sampai anak-anak bapak ibu keluar malam di atas jam 22.00 WIB, dan wajib beri batasan, misal dengan batas jam 21.00 WIB, maka anak tidak boleh pulang ke rumah di atas jam tersebut,” katanya.
Penulis : Rudi
Editor : Kaylla





