Tuban,sekilasmedia.com– lembaga Monitoring independen pupuk subsidi PGB (Pemuda Garuda Bersatu) Jawa Timur tetap intens terkait pelanggaran di Tuban, karena semenjak libur Hari Raya kegiatan monitoring berhenti.
Lembaga Pemuda Garuda Bersatu (PGB) melalui Ketua Umum, Mustofa menyampaikan bahwa PGB serius walaupun di Tuban tidak ada penanganan Laporan dengan serius baik itu HET maupun pelanggaran lainnya yang sudah di sampaikan.
“Lembaga Monitoring Pupuk Subsidi dari Pemuda Garuda Bersatu (PGB) JATIM, seriusin masalah yang ada kami akan fokus, satu persatu akan kami kawal, mungkin yang pertama terkait Kios Pupuk Artha Sukses di Desa Banyubang Grabagan Tuban. Selain menjual di atas HET juga tim melihat Kios tersebut tidak Mewadahi sebagai penyimpanan atau gudang Pupuk Subsidi di Tuban”, kata Mustofa saat ditemui di Surabaya Sabtu 26/04/2025.
Menurut Mustofa Kios Artha Sukses tersebut di anggap tidak layak menjadi penyalur pupuk bersubsidi jika tidak memenuhi salah satu persyaratan, tapi sampai saat ini Distributor nya belum juga memberikan sangsi paling tidak sudah menonaktifkan.
“Untuk saat ini kita akan lebih fokus kawal hasil Monitoring pupuk subsidi wilayah Tuban, apa sudah di jalankan sangsi atau sudah ada perbaikan terkait laporan pelanggaran -pelanggaran baik kios maupun Distributor,” jelas Mustofa.
Mustofa juga menambahkan,
“Bahwa kami sudah beri laporan dan merekomendasikan dari hasil monev adalah agar Kios-kios yang melanggar dan tidak layak patut untuk ditutup, Klo di pertahankan harus dipenuhi dulu kelayakan dan sangsi pelanggarannya, hal ini tugas dari Distributor, kenapa Kios tidak layak tetap di pakai, ada apa Distributor??”,tanya Mustofa serius
“kita jelaskan mengapa Salah kios Artha Sukses dari Desa Banyubang Grabagan tidak layak??, karena selain segi tempatnya yang dindingnya terbuat dari kayu dan juga sangat mengkwatirkan Jika terjadi hujan lebat maupun banjir, sehingga kami menilai Kios tersebut tidak wewadahi atau tidak layak ,”terang Mustofa.
“Kami coba koordinasi sama Distributor wilayah Grabagan tapi sampai saat ini belum ada tindakan ,” tutup Mustofa geram.
Terpisah ketika di hubungi via WhatsApp Andre Distributor wilayah Grabagan ketika di hubungi via WhatsApp menyampaikan,”
Kami juga sudah dapat info tersebut dari Dinas terkait dan kami masih koordinasi dengan PI.
Dan segera kami upayakan perbaikan-perbaikan di wilayah Grabagan Kalau memang tidak layak Kios kita akan tutup dan ganti”, terang Andre (Ir)