Sekilasmedia.com-Google resmi meluncurkan generative AI terbarunya, Google VEO 3, pada acara Google I/O 2025. Teknologi canggih ini dirancang untuk membuat video secara otomatis dan cepat hanya dengan menggunakan perintah berbasis teks. VEO 3 merupakan loncatan besar dalam dunia pembuatan video, karena kemampuannya untuk menghasilkan video dengan kualitas yang semakin mendekati standar produksi sinematik profesional.
Teknologi ini memungkinkan creator dan banyak pelaku industry media untuk mempercepat proses produksi dan menghemat biaya. Hal tersebut dikarenakan harga langganan untuk Google VEO 3 jauh lebih murah dibandingkan biaya produksi yang dibutuhkan untuk membuat video professional. VEO 3 dapat menghasilkan karya visual yang menarik tanpa perlu peralatan mahal dan tim produksi yang besar.
Di sisi lain, penggunaan teknologi ini juga menimbulkan tantangan etis dan moral, terutama terkait hak cipta dan kode etik di industry kreatif. Penting bagi para kreator AI untuk senantiasa menunjukkan kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab profesional. Hal ini krusial agar teknologi tidak disalahgunakan untuk konten yang melanggar etika.
Selain itu, watermark digital dan mekanisme pelacakan konten seperti SynthId, teknologi yang dikembangkan oleh Google DeepMind, penting untuk melindungi hak cipta dan memastikan akuntabilitas. Seperti yang diatur oleh asosiasi professional dan Dewan Pers, Kode Etik AI menekankan pentingnya menjaga integritas dan menghormati kekayaan intelektual.
Sebagai contoh, video pembawa berita yang ada di media sosial ternyata banyak yang dibawakan dan dihasilkan dengan bantuan AI. Selain itu, di platform TikTok, terdapat fitur AI Live yang memungkinkan AI menjadi host jualan yang mampu berinteraksi dengan penonton secara real time, seolah menggantikan host live manusia. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran bagi sektor industry kreatif karena dominasi yang ditimbulkan oleh AI. Seolah peluang kerja manusia menjadi tergantikan dengan komputer dengan kepintaran seperti manusia atau melebihi manusia.
Transisi dan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari, seperti Google VEO 3, seharusnya berfungsi sebagai alat yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia, bukan untuk menggantikan peran manusia. Kita sebagai manusia harus sadar bahwa teknologi hadir sebagai pendorong inovasi yang memungkinkan manusia untuk mencapai potensi penuh. Kedepannya, semoga kesadaran kolektif masyarakat akan terus tumbuh, menghargai nilai tidak tergantikan atas kreativitas dan emosi manusia. Memastikan industri kreatif akan selalu menjadi ranah di mana manusia memimpin, dengan AI berperan sebagai fasilitator yang cerdas, bukan pesaing untuk menjaga agar esensi kemanusiaan hidup dalam setiap karya yang lahir dari imajinasi kita.






