Purwakarta, Sekilasmedia.com – SD Plus 3 Al-Muhajirin Purwakarta menggelar kegiatan Market, Healthy & Exhibition Day pada Selasa, 17 Juni 2025, di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Ipik Gandamanah No. 33, Kecamatan Ciseureuh, Purwakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 350 siswa dari kelas 1 hingga 5, 47 guru, serta disaksikan oleh para orang tua murid.
Acara ini merupakan bagian dari program tahunan sekolah yang bertujuan menanamkan kemandirian dan jiwa kewirausahaan kepada siswa sejak dini. Tak hanya itu, kegiatan ini juga mengintegrasikan unsur kesehatan, kreativitas, dan pembelajaran berbasis pengalaman langsung (life skill).
Dalam kegiatan ini, para siswa berperan langsung sebagai pelaku pasar. Mereka menjadi penjual, kasir, promotor hingga marketing, menggunakan sistem transaksi berbasis voucher. Produk yang dijual berupa jajanan sehat hasil buatan siswa. Tak hanya berdagang, siswa juga memamerkan berbagai karya inovatif dalam pameran, seperti lilin aromaterapi dan sabun cuci tangan yang dibuat dari minyak jelantah – sebuah contoh nyata pembelajaran yang peduli terhadap lingkungan.
Ketua pelaksana kegiatan, R. Cory Nurachman S., S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melatih tanggung jawab dan kemandirian siswa dalam praktik langsung. “Kami meminimalkan campur tangan orang tua agar siswa bisa belajar dari pengalaman. Mereka terlibat penuh dalam proses, mulai dari berjualan, melayani pembeli, sampai mempromosikan produk,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Wahyudin, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan kegiatan tahun kedua dan terus disempurnakan. Tahun ini, sekolah lebih menekankan pada penguatan kemandirian siswa. “Orang tua hanya hadir sebagai penonton. Fokus kami adalah memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar langsung menghadapi tantangan kecil, seperti berdagang dan berkomunikasi,” katanya.
Selain aktivitas pasar mini dan pameran, kegiatan juga dirangkai dengan senam sehat bersama (healthy kid) serta pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengecekan golongan darah, telinga, dan mata. Siswa juga mempresentasikan karya mereka serta menonton film dokumenter proses pembuatan produk, yang semakin memperkuat nilai edukatif kegiatan ini.
Menurut Wahyudin, tujuan utama dari kegiatan ini bukanlah keuntungan finansial, melainkan proses belajar. “Anak-anak belajar keterampilan penting seperti komunikasi, kerja sama, berhitung praktis, dan negosiasi. Ini bagian dari visi kami mencetak lulusan yang kuat secara spiritual, cerdas, dan memiliki keterampilan hidup,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, SD Plus 3 Al-Muhajirin menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan, tidak hanya dari segi akademik, tetapi juga karakter, kesehatan, dan kemampuan praktis.






