Olahraga

d’Kross Boxing Camp Tuai Apresiasi, Jadi Pusat Pembinaan Atlet Bela Diri Kota Malang

×

d’Kross Boxing Camp Tuai Apresiasi, Jadi Pusat Pembinaan Atlet Bela Diri Kota Malang

Sebarkan artikel ini
Ade Herawanto (kaos hitam) tokoh Aremania sekaligus pendiri d’Kross Boxing Camp (foto istimewa).

Malang, sekilasmedia.com – Komisi A DPRD Kota Malang memberikan apresiasi terhadap kiprah d’Kross Boxing Camp, yang tak hanya mencetak atlet tinju nasional, tetapi juga menjadi pusat pembinaan berbagai cabang olahraga bela diri seperti karate, MMA, muay thai, silat, dan kickboxing.

Sasana ini memberikan fasilitas pelatihan secara gratis untuk Aremania dan masyarakat umum, menjadi oase pembinaan olahraga yang inklusif di Kota Malang.

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Danny Agung Prasetyo, menyatakan dukungannya atas upaya d’Kross Boxing Camp dalam membangkitkan semangat olahraga, khususnya tinju, di tengah masyarakat.

“Saya secara pribadi mendukung apa yang dilakukan Sam Ade. Malang punya sejarah panjang dalam dunia tinju. Semoga d’Kross bisa melahirkan kembali petinju hebat seperti di era keemasan dahulu,” ujarnya.

Sasana yang terletak di Perumahan BTU, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, ini selalu dipadati aktivitas setiap pekan. Terlihat para Aremania menjalani open fight tinju, dan anak-anak berlatih karate secara tekun, Minggu (13/7/2025).

BACA JUGA :  Wali Kota Mojokerto Resmikan Kejuaraan Pencak Silat Sumpah Amukti Palapa Championship 2025

Salah satu komunitas yang aktif berlatih di d’Kross adalah Dojo Bulteru (Bulan Terang Utama) di bawah naungan Mushikawa Karate Do Indonesia. Dalam Kejuaraan Nasional Mushikawa ke-2, dojo ini mengirimkan 24 atlet dan berhasil meraih banyak prestasi: tiga atlet menyabet Juara 1, dan hampir seluruh atlet meraih medali.

Lebih membanggakan lagi, dalam Geokursin World Championship di Yogyakarta, yang diikuti oleh 15 negara, salah satu atlet Dojo Bulteru berhasil meraih Juara 2 Internasional.
Ketua Dojo Bulteru, Sensei Yusuf Zenuri, menyampaikan apresiasinya kepada d’Kross Community.

“Kami bersyukur diberi ruang dan fasilitas di d’Kross Boxing Camp. Semangat gotong royong dan dukungan dari Sam Ade sangat berarti bagi perkembangan atlet-atlet muda kami,” ucapnya.

Ade Herawanto, tokoh Aremania sekaligus pendiri d’Kross Boxing Camp, menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelatihan di sasana ini gratis tanpa pungutan biaya. “Kami ingin olahraga ini bisa diakses semua kalangan. Bukan hanya untuk prestasi, tetapi juga membangun karakter dan disiplin,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tampil All Out, PS Riyadlul Jannah Kokoh Dipuncak Grup C Liga Santri PSSI Piala Kasad 2022 Zona Mojokerto

Ia juga mengungkap bahwa d’Kross telah melahirkan nama-nama besar seperti mendiang Hero Tito dan Rivo Rengkung, petinju nasional yang meraih gelar dunia. Keberadaan berbagai komunitas olahraga di bawah naungan d’Kross adalah bukti komitmen dalam membina generasi muda.

Danny Agung pun mengenang masa keemasan tinju Malang di era 1980-an, ketika petinju seperti Thomas Americo menjulang di kancah Asia setelah meraih gelar OPBF (Oriental Pacific Boxing Federation). “Saat itu tinju di Malang sangat hidup. Saya yakin d’Kross bisa menghidupkan kembali masa keemasan itu,” harapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, d’Kross Boxing Camp terus menjadi garda terdepan dalam mengembangkan olahraga bela diri di Kota Malang bukan hanya untuk prestasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda.