Purwakarta,Sekilasmedia.com- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Budiwanto S.Si., M.M., menggelar kegiatan penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat pada Senin (14/7/2025) di Gedung Pertemuan Billinia, Taman Pembaruan, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pelatih, pengurus perguruan pencak silat se-Kabupaten Purwakarta, dan calon atlet yang akan mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Para peserta merupakan bagian dari komunitas pencak silat yang bernaung di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Purwakarta.
Dalam sambutannya, H. Budiwanto menyoroti bahwa Purwakarta memiliki potensi besar dalam bidang pencak silat yang perlu terus dikembangkan dan difasilitasi. Oleh karena itu, ia menghadirkan sarasehan pencak silat sebagai bagian dari agenda kegiatan, untuk mempertemukan para pelatih dan atlet dalam forum edukatif dan aspiratif.
“Sarasehan ini kami selenggarakan agar para pelatih dan calon atlet memahami peraturan baru dari Ikatan Pencak Silat Indonesia tahun 2025, yang akan diberlakukan pada babak kualifikasi Porprov mendatang. Regulasi ini juga memuat unsur nilai-nilai luhur budaya yang menjadi bagian dari sistem penilaian,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, H. Budiwanto juga menyerahkan bantuan kepada para atlet pencak silat. Ia menegaskan bahwa penguatan pencak silat sebagai cabang olahraga sekaligus warisan budaya harus dibarengi dengan kebijakan yang berkelanjutan.
“Ini hanya salah satu bentuk kontribusi kami sebagai wakil rakyat. Kami akan terus mendorong lahirnya program-program pendukung agar pencak silat Purwakarta bisa berbicara di tingkat provinsi bahkan nasional,” tambahnya.
Senada dengan hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi PKS sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Purwakarta, Ir. Moh. Arief Kurniawan, M.M., juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya memperkuat peran pencak silat melalui jalur legislasi dan kebijakan daerah.
Menurutnya, pencak silat bukan hanya olahraga, melainkan juga sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya bangsa. “Kami menyambut baik kolaborasi lintas level pemerintahan ini. Di tingkat kabupaten, kami siap bersinergi agar para atlet mendapatkan pembinaan yang berkesinambungan, termasuk memperjuangkan alokasi anggaran yang sesuai,” ujarnya.
Ir. Arief juga menekankan pentingnya menghadirkan ruang-ruang pelatihan yang memadai, memperkuat kelembagaan IPSI daerah, serta mengajak generasi muda untuk mencintai seni bela diri warisan bangsa sendiri.






