Daerah

Majelis Rutinan Jemundo: Menyemai Cinta Rasul Lewat Hadrah di Era Modern

×

Majelis Rutinan Jemundo: Menyemai Cinta Rasul Lewat Hadrah di Era Modern

Sebarkan artikel ini
Remaja Majelis Jemundo bershalawat dalam kegiatan Hadrah rutin di Sukodono, Sidoarjo (Foto: Ayla)

Sidoarjo,Sekilasmedia.com – Suasana penuh kekhidmatan mewarnai Majelis Rutinan di Jemundo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu (5/7/2025). Kegiatan rutin yang digelar setiap pekan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menumbuhkan semangat bershalawat dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

Majelis ini diinisiasi sebagai bagian dari rutinitas Hadrah yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Hadrah bukan sekadar seni musik islami, namun juga bentuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW, sang pembawa rahmat bagi seluruh alam.

Ketua Majelis, Aba H. Rofik, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan generasi muda, terutama dalam seni Hadrah, sekaligus membangkitkan kembali semangat bershalawat di kalangan remaja putra.

BACA JUGA :  Relaas Panggilan Kepada Tergugat Nomor. 22/Pdt.G/2022/PN Ngawi

> “Kegiatan ini menjadi media dakwah yang menyenangkan dan sarana pembentukan karakter Islami di tengah tantangan era modern. Kita ingin para remaja, khususnya yang tergabung dalam IPNU-IPPNU, bisa lebih mencintai shalawat dan menjadikannya bagian dari kehidupan mereka,” ujar H. Rofik.

 

Seorang anggota majelis menambahkan bahwa Hadrah bukan hanya hiburan semata, melainkan juga bentuk ibadah dan bekal spiritual untuk menuju kehidupan yang diridhai Allah SWT. Kegiatan ini juga dinilai sebagai “tiket masuk surga” bagi siapa saja yang menjalaninya dengan ikhlas.

BACA JUGA :  SMKN 1 Sooko Tuan Rumah LKS, Bidik Tiket Provinsi dan Nasional

Sementara itu, pembina Hadrah dari SMK YPM 3 Taman, Bapak Agus, menyampaikan pentingnya kegiatan seni islami seperti ini dalam membentuk karakter remaja.

> “Hadrah mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal nilai-nilai keislaman lebih dalam. Ini momentum penting agar kesenian Islami tetap hidup dan relevan, serta menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mencintai agama dan budaya,” tutur Agus.

 

Majelis Rutinan Jemundo kini menjadi oase spiritual bagi masyarakat sekitar, serta ruang ekspresi positif bagi pemuda-pemudi dalam mempererat tali ukhuwah dan cinta Rasul di tengah dinamika zaman