Malang, sekilasmedia com– Pemerintah Kabupaten Malang menginisiasi penetapan Desa Model sebagai langkah strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Ghabaja Room BKPSDM, Kamis (10/7) pagi.
Sebagai Ketua TPPS Kabupaten Malang, Wabup Lathifah menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi lintas sektor, serta kolaborasi konkret dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, desa, swasta, akademisi hingga masyarakat. Inisiasi ini bertujuan menciptakan harmonisasi langkah dan percepatan replikasi praktik terbaik penanganan stunting.
“Penurunan angka stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan satu gerakan bersama yang konvergen dan berbasis bukti kuat di tingkat desa,” tegasnya.
Program Desa Model dirancang sebagai pusat inovasi lokal, laboratorium pembelajaran, serta penguatan kelembagaan desa yang menangani stunting secara holistik, integratif dan kolaboratif. Forum ini diharapkan dapat menyamakan persepsi, menyusun kriteria dan menyepakati mekanisme pelaksanaan desa percontohan secara berkelanjutan.
Kabupaten Malang sejak 2023 telah ditetapkan sebagai pilot project Program PASTI (Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia), sebuah kolaborasi antara BKKBN, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, dan PT Bank Central Asia Tbk, yang diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia dan Yayasan Cipta di dua provinsi: Jawa Timur dan Kalimantan Barat.
Lingkup kegiatan Program PASTI mencakup intervensi gizi berbasis lokal, edukasi remaja tentang praktik gizi yang baik, serta penguatan tata kelola kolaboratif di tingkat daerah. Program ini terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Malang.
Wabup Lathifah juga menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas utama dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Oleh karena itu, koordinasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci suksesnya implementasi kebijakan ini.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Ghana Reynaldi Pasca Surya SH., M.Ak, Perwakilan Program PASTI Nasional Kristin Lora Egaratri, sejumlah kepala OPD, camat, akademisi, serta fasilitator dan anggota TPPS Kabupaten Malang.
“Semoga forum ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan status gizi dan menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Malang. Semoga Allah SWT meridhoi segala ikhtiar kita,” pungkas Wabup Lathifah.
Penulis : S Basuki






