Daerah

Sosper, Danang Swantara Ingatkan Pentingnya Menjaga Pola Hidup Sehat Bagi Masyarakat

×

Sosper, Danang Swantara Ingatkan Pentingnya Menjaga Pola Hidup Sehat Bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Gresik Danang Swantara saat memaparkan Perda terkait penanggulangan HIV AIDS dan penyakit menular. (Foto: Rudi/ Sekilasmedia.com)

Gresik,Sekilasmedia.com- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan makna kesehatan fisik/ badan yang bebas dari berbagai penyakit seperti penyakit akibat hubungan seksual (HIV AIDS) maupun penyakit menular, maka perlu adanya aturan hukum untuk mengaturnya.

Dan DPRD Kabupaten Gresik menjalankan fungsi legislasi, salah satunya melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan daerah tahap ke VI tahun 2025.

Pada kesempatan ini, anggota DPRD asal Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Dapil Gresik- Kebomas, Danang Swantara melakukan sosialisasi dua peraturan daerah kepada masyarakat Kebomas, bertempat di Kantor PAC Partai Gerindra PAC Kebomas, pada Minggu (20/7/2025).

” Pada hari ini kami (DPRD Gresik) melakukan sosialisasi peraturan daerah tentang kesehatan yakni Perda No. 10 Tahun 2020 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS serta Perda No. 18 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait diadakannya kegiatan ini, kembali Danang berharap agar sosialisasi ini dapat dipahami secara utuh dan menyeluruh oleh masyarakat, pentingnya menjaga dan mengetahui bahaya penyakit HIV AIDS dan penularan penyakit menular.

Dengan adanya perda ini, Dia juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat bagi masyarakat, dengan selalu waspada serta bagaimana mengambil langkah-langkah antisipasi selanjutnya, sebelum terjangkit. Namun jika sudah terjangkit, masyarakat bisa melakukan step-step/tahapan yang harus diambil seperti berobat ke puskesmas atau layanan kesehatan di Kabupaten Gresik, supaya masyarakat sehat.

BACA JUGA :  Rapat Coffe Morning di Pimpin oleh Camat Kisaran Kisaran Timur

” Jika masyarakat sehat maka pembangunan di Kabupaten Gresik akan dapat berjalan dengan baik. Ketika masyarakat tidak ada yang sakit, maka harapannya masyarakat akan fokus pada kegiatan perbaikan ekonomi di lingkup keluarga, RT bahkan berdampak secara luas di lingkup Kabupaten,” tandas Danang.

Sementara dr Ovaldo Kurniawan selaku narasumber pada sosper kali ini, pada sesi pertama menjelaskan terkait Perda No. 10 Tahun 2020 tentang Penanggulangan HIV dan AIDS.

Dimana Ia fokus menjelaskan bahwa Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menular akibat hubungan seksual, jarum suntik, tranfusi darah dan bisa juga melalui ASI dari ibu yang tertular HIV.

Sedangkan Acquired Immuno Deficiency Sindrom (AIDS), merupakan gejala penyakit yang ditimbulkan karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi virus HIV.

Di era serba modern dan internet saat ini, maka interaksi antar manusia semakin berani dan terbuka, sehingga penularan HIV begitu mudah. Sesuai data yang ada, dari pasiean yang berobat di Puskesmas Kebomas, diketahui jika di wilayah Kebomas sendiri, jumlah penderita HIV cukup lumayan (sampai puluhan).

BACA JUGA :  Ketua  Dekranasda Gresik Bersama Bea Cukai dan Diskoperindag UMKM Lepas Produk Birdnestjoy Ujungpangkah,Tujuan Ekspor ke Hongkong

dr Osvaldo mengingatkan agar masyarakat waspada akan penularan virus HIV karena hubungan seksual yang bebas dan berani, apalagi sekarang ada obatnya.

” Sekarang sudah ada obat untuk HIV yaitu obat ARV, gunanya untuk mencegah HIV tidak memburuk sampai ke kondisi AIDS (mencegah timbulnya AIDS pada penderita HIV), meski diakui belum ada vaksin yang bisa menyembuhkan penderita HIV AIDS,” imbuhnya.

Dalam Perda ini, memuat bagaimana penularannya sampai penanggulangan penyakit HIV agar tidak menular kembali. Bagaimana juga peran pemerintah daerah melalui dinas Kesehatan dan peran serta masyarakat dalam penanggulangan HIV AIDS, imbuhnya.

Pada sesi kedua, Perda No 18 Tahun 2020 tentang penganggulangan penyalit menular.
dr Ovaldo menjelaskan tujuan perda ini, supaya kita tahu bagaimana cara penanggulangan dan penularannya.

Pada umumnya diketahui, ada penyakit tidak menular dan penyakit menular. Penyakit menular karena infeksi virus, bakteri atau parasit, contohnya penyakit HIV AIDS, demam berdarah, penyakit influensa dan banyak lagi. Sedangkan penyakit tidak menular, contoh penyakit darah tinggi, stroke, penyakit gagal ginjal dan lainnya.

Untuk itu, dr Oswaldo berpesan agar masyarakat menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya, supaya tidak terkena penyakit menular. Dan jika ada yang terjangkit maka penderita segera berobat untuk sembuh.