Daerah

Bunga Desaku di Arjasa Jember jadi Ajang Curhat Ketua RT/RW pada Gus Fawait

×

Bunga Desaku di Arjasa Jember jadi Ajang Curhat Ketua RT/RW pada Gus Fawait

Sebarkan artikel ini
Gus Fawait di depan para Ketua RT/RW di wisata Rembangan jember. Foto aurel

 

Jember ,sekilasmedia.com- Hari pertama rangkaian Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan) edisi ke-IV di Kecamatan Arjasa ditutup dengan suasana penuh keakraban. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menggelar audiensi bersama para ketua RT dan RW se-Kecamatan Arjasa. Pertemuan ini menjadi puncak kegiatan sehari penuh yang dimulai sejak pagi, ketika Bupati berkeliling desa, berdialog dengan warga, hingga akhirnya bermalam di tenda.

Dalam sambutannya, Bupati Fawait menegaskan bahwa kehadirannya bukanlah sekadar seremonial, melainkan wujud keseriusan pemerintah kabupaten untuk lebih dekat dengan rakyat hingga ke tingkat paling bawah.“Kami datang ke desa ini dengan sungguh-sungguh, sejak pagi kami berkeliling, mendengar langsung suara rakyat, dan malam ini saya memilih tidur di tenda bersama warga. Semua ini dalam rangka mendekatkan pemerintah kabupaten dengan kecamatan, desa, hingga RT dan RW. Kalau dulu jarak antara pemerintah dengan rakyat terasa sangat jauh, kini saatnya kita hapus jarak itu,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa dalam forum audiensi ini, setiap kepala desa akan diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan dan usulan pembangunan. Hal yang sama berlaku bagi para ketua RT dan RW. Pemerintah Kabupaten Jember ingin membuka ruang seluas-luasnya agar aspirasi masyarakat benar-benar sampai ke meja pengambil keputusan.

“Saya minta satu persatu kepala desa menyampaikan usulannya, begitu juga RT dan RW. Jangan sungkan, sampaikan semua yang kurang, apa yang perlu dibangun, dan apa yang dibutuhkan masyarakat. Kami datang untuk mendengar dan mencatat, agar pembangunan Kabupaten Jember benar-benar berangkat dari kebutuhan rakyat,” imbuhnya.

Bupati Fawait bahkan menyampaikan bahwa semua masukan yang diterima akan dibawa langsung dalam rapat bersama para kepala dinas, camat, hingga dirinya sendiri sebagai Bupati. Hal ini, katanya, menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang responsif, inklusif, dan benar-benar hadir di tengah rakyat.

Rangkaian Bunga Desaku hari pertama di Arjasa pun ditutup dengan harapan besar agar sinergi pemerintah dan masyarakat terus terjalin erat, serta pembangunan Jember ke depan benar-benar berpihak pada kebutuhan semua lapisan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *