Mojokerto,Sekilasmedia.com – Sebagai bagian dari prinsip gotong royong dalam penerapan sistem jaminan sosial, pembayaran iuran secara rutin dan tepat waktu menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Awareness ini perlu terus terus ditingkatkan oleh peserta JKN karena sangat berdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
Saat ditemu di kantornya pada Selasa (5/8), Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Elke Winasari, menyampaikan bahwa pembayaran iuran tepat waktu bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk partisipasi aktif dalam menjamin kesehatan bersama. Karena ini bisa berdampak langsung pada status kepesertaan JKN, yang menjadi non aktif apabila belum adanya pembayaran sehingga saat membutuhkan layanan kesehatan, mereka tidak bisa langsung mengaksesnya.
“Iuran peserta JKN adalah fondasi keberlanjutan program ini. Ketika peserta disiplin membayar, mereka tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga membantu peserta lain yang sedang sakit dan memerlukan pelayanan kesehatan,” ujar Elke.
Elke menambahkan bahwa saat ini BPJS Kesehatan juga terus berupaya memfasilitasi peserta JKN agar rutin membayar iuran, salah satunya melalui fitur autodebet. Yaitu merupakan metode pembayaran iuran yang terbayar otomatis dari rekening bank peserta setiap bulan pada tanggal yang telah ditentukan. Fitur ini sangat membantu peserta agar tidak perlu lagi mengingat tanggal jatuh tempo pembayaran iuran. Cukup dengan satu kali pendaftaran, iuran akan otomatis dibayarkan setiap bulan.
“Kami memahami bahwa beberapa peserta mungkin lupa membayar karena kesibukan atau alasan lain. Oleh karena itu, kami terus menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya mendaftarkan fitur autodebet agar pembayaran iuran tidak terlewat,” lanjutnya.
Elke menyebutkan bahwa saat ini BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan berbagai bank nasional seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, serta layanan dompet digital seperti LinkAja, Gopay dan lain sebagainnya untuk mendukung kemudahan peserta. Pendaftaran autodebit bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, kantor cabang, atau langsung ke bank mitra.
“Proses pendaftaran autodebet pun sangat mudah. Cukup dengan data peserta dan nomor rekening, lalu menandatangani formulir persetujuan autodebet. Setelah aktif, peserta tidak perlu lagi khawatir lupa bayar iran tiap bulan,” jelas Elke.
Manfaat dari autodebet dirasakan langsung oleh peserta JKN, Rizky (28 ). Ahmad direkomendasikan oleh temanya yang sudah menggunakan fitur autodebet terlebih dahulu, karena sebelumnya ia beberapa kali lupa untuk membayar iuran JKN nya.
“Teman saya cerita kalau sejak pakai autodebet, dia nggak pernah lagi khawatir lupa bayar. Setiap bulan otomatis terpotong dari rekening, dan statusnya selalu aktif. Dia bilang tinggal daftar ke kantor BPJS Kesehatan atau lewat aplikasi Mobile JKN, prosesnya juga cepat dan tidak ribet,” ujar Rizky.
Mendengar saran tersebut, Rizky pun akhirnya meluangkan waktu untuk datang langsung ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto. Di sana, ia dibantu oleh petugas untuk melakukan pendaftaran autodebet dengan menautkan rekening bank miliknya. Rizky mengaku prosesnya sangat mudah, hanya perlu membawa KTP, nomor peserta, serta buku tabungan atau nomor rekening yang akan digunakan.
“Petugasnya ramah dan sangat membantu. Setelah saya isi formulir persetujuan dan proses verifikasi selesai, saya langsung dapat notifikasi bahwa autodebet saya sudah aktif. Sekarang, setiap tanggal tertentu, iuran langsung terpotong otomatis dari rekening. Saya bisa pantau juga lewat aplikasi Mobile JKN,” jelasnya.
Sejak menggunakan autodebet, Rizky merasa lebih tenang dan tidak perlu lagi mengingat tanggal jatuh tempo. Ia juga merasa lebih bertanggung jawab sebagai peserta JKN karena ikut menjaga keberlangsungan program JKN.
“Sekarang sudah tidak perlu khawatir ataupun panik lagi sudah bayar iuran atau belum, dan kalau butuh layanan kesehatan, status saya aktif karena iuran sudah otomatis dibayar. Saya sadar bahwa Program JKN ini luar biasa dan harus terus dijaga keberlangsungannya, saya harap peserta JKN semua terus otong royong karena banyak sekali yang terbantu dengan adanya Program JKN.” Tutup Rizky (rn/tp)