Gianyar,Sekilasmedia.com –
Kasus penyalahgunaan BBM Pertalite menggunakan sepeda motor thunder dan sejenisnya, semakin tidak terkendali di Bali.
Seperti SPBU No 54.805.08 di Jalan Raya Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, melayani motor thunder yang mengisi bbm pertalite secara berulang ulang tanpa ada larangan.
Fakta ini bukan rahasia bahkan menjadi sorotan, karena dibalik permainan nakal oknum motor thunder kuat digunakan untuk dijual kembali ke warung warung kelontong dengan harga lebih mahal.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 12.45 Wita, operator SPBU nampak cuek saat dilihat sedang mengisi pertalite ke tangki motor thunder jumlah tak wajar.
Diduga kuat oknum thunder memanfaatkan kelemahan sistem pembelian pertalite di SPBU. Karena mereka menggunakan barcode statis yang disediakan SPBU tanpa harus mendaftar.
Dimana barcode ini bisa dipakai beberapa kali tanpa batasan, sehingga memudahkan oknum motor thunder membeli pertalite dalam jumlah besar.
Terkait hal itu, petugas teknis SPBU Komang Antariksa alias Koming (50) saat ditemui mengaku tidak mengetahui dan ikut campur dalam kegiatan tersebut. Tugasnya hanya menerima laporan dan menangi ada kerusakan mesin di SPBU.
“Kalau kita disini tidak tau soal kegiatan itu. Itukan pakai motor dan ambilnya berulang ulang kalau dari kami tidak mengizinkan. Kami kerja tidak untuk mengawasi operator,” katanya.
Sementara itu pengawas SPBU, I Ketut Kasna Ngantara, dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya telah melarang operator melayani konsumen sepeda motor thunder yang membeli pertalite jumlah besar apalagi dilakukan secara berulang ulang.
“Sudah saya tegur dak ngerti, tidak saya tau. Kelakuan operator, kalau memang sudah seperti itu tidak bisa dikasih tau terpaksa saya pecat semua operator,” tegasnya.
Disinggung soal pembiaran, Ketut Kasna membantah, karena dari perusahaan memang sudah jelas melarang, terlebih lagi yang menyebut adanya menarik biaya tambahan.
“Tidak ada pembiaran, itu murni kesalahan operator. Perusahaan tidak ada mencari keuntungan dari pelayanan motor thunder,” ungkapnya.
Meski begitu Ketut Kasna tetap meminta maaf, dan mengaku telah merugikan negara. Untuk hal ini akan menyerahkan semuanya kepada pihak berwenang dan bersedia menerima segala bentuk konsekuensinya.
“Kalau saya salah nanti saya minta maaf kepada pemerintah, karena saya merugikan negara. Saya sudah siap segala hukumnya,” tandas dia.
Terpisah, Section Head Communication & Head Relations PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Collishon Liwajhillah, dikonfirmasi irit memberikan tanggapan dan akan segera melakukan koordinasi dengan tim Pertamina Cabang di Bali.
“Kami infokan ke teman teman di Bali ya,” singkatnya.
Penulis : Soni






