Daerah

Kalapas Mojokerto Perkuat Netralitas dan Kewaspadaan Petugas di Tengah Dinamika Sosial

×

Kalapas Mojokerto Perkuat Netralitas dan Kewaspadaan Petugas di Tengah Dinamika Sosial

Sebarkan artikel ini
Arahan Kalapas Mojokerto Rudi Kristiawan: petugas diminta tetap netral, tidak terprovokasi, dan fokus menjaga keamanan Lapas.

Mojokerto,Sekilasmedia.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menegaskan kepada seluruh jajaran petugas untuk selalu menjaga profesionalitas, meningkatkan kewaspadaan, dan ikut membantu meredam gejolak masalah yang terjadi di masyarakat. Hal ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus instruksi penguatan pengamanan di dalam maupun di luar lingkungan Lapas.

Dalam arahannya, Kalapas Mojokerto juga menegaskan bahwa seluruh jajaran wajib ikut berperan aktif dalam meredam gejolak dengan menjaga sikap dan perilaku, baik di dalam maupun di luar lingkungan Lapas. Hal tersebut diwujudkan dengan tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi, tidak terprovokasi maupun memprovokasi masyarakat sekitar, serta tidak membuat komentar, unggahan, maupun pernyataan di media sosial yang berpotensi menyulut emosi publik. Petugas juga dilarang menggunakan kendaraan dinas berpelat merah untuk kepentingan pribadi di luar jam kerja, serta diimbau agar selalu memonitor dan mengedukasi anggota keluarga supaya tidak terpengaruh ajakan-ajakan provokatif dari pihak luar.

BACA JUGA :  Kapolresta Mojokerto Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek

Lebih lanjut, Kalapas mengingatkan agar setiap petugas berhati-hati dalam bertindak dan berucap di tengah masyarakat, menjaga sikap berkendara, serta memastikan keamanan diri masing-masing ketika berada di luar. Sebagai wujud spiritualitas dan ikhtiar batin, jajaran juga diminta untuk senantiasa memperbanyak doa dan dzikir bersama, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa demi terwujudnya keamanan, kedamaian, serta persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

BACA JUGA :  Event Patih Laga 2 Satukan Seluruh Pemanah Tradisional Indonesia

Selain itu, Kalapas Mojokerto juga menetapkan status Siaga 1 Pengamanan Lapas, mengingat dinamika sosial di luar yang berpotensi menimbulkan kerawanan. Seluruh jajaran diminta memperkuat koordinasi, meningkatkan patroli pengawasan, serta memastikan keamanan dan ketertiban warga binaan tetap terjaga.

“Kondisi di masyarakat mungkin sedang dinamis, namun kita tidak boleh lengah. Keamanan Lapas harus tetap menjadi prioritas utama. Saya minta semua jajaran solid, kompak, dan siap siaga menghadapi segala kemungkinan,” tambah Rudi Kristiawan.

Dengan langkah tegas ini, diharapkan Lapas Mojokerto tidak hanya mampu menjaga stabilitas internal, tetapi juga turut berperan aktif membantu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.