KEDIRI,Sekilasmedia.com – Pasca aksi massa yang berujung kerusuhan dan penjarahan di Kantor Bupati serta Gedung DPRD Kabupaten Kediri pada 30 Agustus 2025 malam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri langsung menginisiasi gerakan gotong royong membersihkan area perkantoran, Jumat (5/9/2025).
Apel kebersamaan yang dipimpin Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, menjadi penanda dimulainya aksi bersih-bersih tersebut. Dalam sambutannya, Wabup mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif memulihkan kantor pemerintahan yang rusak akibat kerusuhan.
“Mas Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk bergotong royong membersihkan kantor Pemkab. Mari kita ikuti arahan petugas, saling menjaga keselamatan, karena masih banyak pecahan kaca dan paku yang berserakan,” ujarnya.
Ribuan Orang Turun Tangan
Kegiatan gotong royong ini diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur, mulai ASN, aparat kepolisian, anggota perguruan silat, awak media, hingga masyarakat umum. Partisipasi lintas golongan ini mencerminkan kuatnya solidaritas dan kepedulian warga Kediri terhadap daerahnya.
“Terima kasih atas kehadiran panjenengan semua. Mari bersama kita bangun Kabupaten Kediri agar selalu adem ayem. Semoga kejadian kemarin menjadi yang terakhir,” lanjut Wabup Dewi Maria Ulfa.
Suasana Penuh Kebersamaan
Sejak pagi, peserta gotong royong terlihat antusias membersihkan area perkantoran yang porak-poranda. Pecahan kaca, sisa-sisa kayu, hingga puing bangunan dikumpulkan secara bergantian. Pemerintah daerah juga menyiapkan dapur umum untuk mendukung kebutuhan para relawan dan warga yang terlibat.
Menurut salah satu tokoh masyarakat yang hadir, kegiatan ini tidak hanya sebatas pembersihan fisik, tetapi juga simbol pemulihan moral dan sosial bagi warga Kediri. “Harapan kami, setelah bersih-bersih ini, fasilitas bisa segera dibangun kembali,” ujarnya.
Simbol Solidaritas
Gotong royong ini menjadi momentum penting kebangkitan Kabupaten Kediri pasca kerusuhan. Kolaborasi pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan mempercepat proses pemulihan, sekaligus meneguhkan tekad bersama menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah.






