Daerah

Wali Kota Mojokerto Tekankan Standarisasi PJU untuk Keselamatan dan Ekonomi Warga

×

Wali Kota Mojokerto Tekankan Standarisasi PJU untuk Keselamatan dan Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka sosialisasi standarisasi PJU di Kantor Kecamatan Kranggan. (foto:wibowo)

Mojokerto,Sekilasmedia.com- 17 September 202 Pemerintah Kota Mojokerto menggelar sosialisasi teknis terkait pemasangan dan pemeliharaan lampu penerangan jalan umum (PJU). Sosialisasi yang melibatkan PT PLN ULP Mojokerto dan Dinas Perhubungan ini bertujuan memastikan setiap PJU terpasang sesuai standar keamanan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka sosialisasi di Kantor Kecamatan Kranggan, Rabu (17/9).

“Keselamatan warga nomor satu, apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan. Karena itu, kami telah menerbitkan surat edaran dan menggelar sosialisasi ini sebagai bentuk keseriusan untuk melindungi keselamatan masyarakat,” tuturnya.

BACA JUGA :  Mengubah Kerjasama Menjadi Kesejahteraan melalui MAD Tahunan Bumdesma Sumbergempol LKD

Surat edaran yang terbit awal 2025 tersebut mewajibkan camat hingga lurah untuk aktif memantau, mengecek, dan melaporkan kondisi PJU di wilayah masing-masing.

Wali Kota juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pemasangan PJU secara mandiri tanpa pengawasan dari PLN maupun Dinas Perhubungan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memasang lampu PJU lingkungan tanpa pengawasan dari PLN atau Dinas Perhubungan, demi memastikan keamanan dan keberlangsungan fungsinya,” tambahnya.

Selain untuk keselamatan, sosok Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini juga menekankan pentingnya penerangan kota bagi geliat perekonomian masyarakat.

BACA JUGA :  Koramil 12/Ngoro Bersama Warga Berkarya Bhakti Membangun TPT di Desa Lolawang

“Kami berharap Kota Mojokerto menjadi kota yang terang, karena penerangan malam hari juga mendorong aktivitas ekonomi, khususnya wisata kuliner dan usaha warga,” katanya.

Dengan langkah ini, Pemkot Mojokerto berharap PJU dapat benar-benar memberi manfaat bagi warga tanpa menimbulkan risiko, khususnya di musim penghujan yang rawan korsleting.

“Penerangan jalan umum dibutuhkan untuk kenyamanan, tetapi jangan sampai tujuan baik itu justru menimbulkan korban jiwa karena pemasangan yang tidak sesuai standar,” pungkasnya.