Malang, sekilasmedia.com — Suasana penuh kehangatan menyelimuti acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Selasa (21/10). Jabatan strategis tersebut resmi berpindah dari Yunengsih, Bc.IP., S.Sos., M.H. kepada penggantinya, Endang Margiati, A.Md.IP., S.Sos., M.Si.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Kadiyono, Bc.IP., S.H., M.Si., jajaran pejabat struktural, perwakilan OPD Kota Malang, serta tamu undangan dari berbagai instansi.
Dalam sambutan perpisahannya, Yunengsih menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pengabdiannya di Lapas Perempuan Malang selama dua tahun terakhir. Di bawah kepemimpinannya, lembaga tersebut berhasil mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut — sebuah capaian yang menunjukkan konsistensi komitmen integritas dan pelayanan prima.
“Alhamdulillah, berkat dukungan jajaran internal, pemerintah daerah, dan rekan-rekan media, LPP Malang semakin dikenal dan dipercaya masyarakat. Selama dua tahun ini, kami berupaya mewujudkan pembinaan yang benar-benar memberdayakan warga binaan agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan mental yang kuat,” ujar Yunengsih dengan haru.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi, baik dari pemerintah kota, kabupaten, hingga mitra swasta yang turut mendukung berbagai program pembinaan dan kemandirian.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang yang baru, Endang Margiati, menyampaikan tekad untuk melanjutkan capaian positif yang telah dirintis pendahulunya.
“Tahap awal tentu kami akan meneruskan program kerja yang sudah berjalan. Selanjutnya, pada tahun 2026 kami mulai menyiapkan inovasi baru, terutama dalam bidang ketahanan pangan, sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat sektor tersebut,” jelas Endang.
Ia menyebutkan, program seperti penanaman hidroponik dan pertanian produktif akan diperluas di lingkungan lapas. Selain itu, pihaknya juga berencana mengembangkan kegiatan kerja yang lebih variatif bagi warga binaan perempuan agar mereka memiliki lebih banyak pilihan pelatihan dan keterampilan yang relevan.
“Lapas perempuan memiliki karakter dan potensi berbeda dari lapas laki-laki. Karena itu, kegiatan pembinaan dan kemandirian akan terus kami tingkatkan agar lebih adaptif dan berdaya guna,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Lapas Perempuan Kelas IIA Malang yang selama ini dikenal aktif menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah dalam berbagai program pembinaan sosial dan ekonomi.
“Menjadi kepala lapas menuntut integritas, kesabaran, dan kepemimpinan yang kuat. Kami telah melihat sendiri bagaimana program pembinaan di sini berjalan dengan baik dan penuh inovasi,” ujar Wahyu.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Malang akan terus bersinergi dengan jajaran Kemenkumham untuk mendukung Lapas sebagai lembaga yang bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga pusat rehabilitasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan baru, Lapas Perempuan Malang semakin maju, terus berinovasi, dan menjadi contoh nasional dalam mewujudkan pembinaan yang humanis dan produktif,” tutup Wahyu.
Serah terima jabatan ini menjadi simbol regenerasi sekaligus kelanjutan komitmen Lapas Perempuan Malang dalam mengemban amanah pemasyarakatan.
Dengan capaian WBBM yang telah diraih dan semangat baru di bawah kepemimpinan Endang Margiati, harapannya, lembaga ini dapat terus tumbuh sebagai wadah pembinaan yang mencetak warga binaan berdaya, mandiri, dan siap menatap masa depan. (*)
Penulis : S Basuki